The Executive Gandeng 3 Desainer Busana Muslim Untuk IFW 2015 – BeritaSatu

Jakarta - Setelah sukses bekerjasama dengan desainer busana muslim, Hannie Hananto, pada Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 lalu, merek The Executive akan kembali bekerjasama dengan desainer busana muslim untuk koleksi yang akan dipasarkan pada bulan Ramadan tahun depan.

Namun, melihat animo masyarakat yang baik terhadap 12 koleksi Hannie Hananto yang diproduksi massal kemarin, The Executive kali ini langsung menggandeng tiga desainer busana muslim muda, yakni Jenahara, Ria Miranda, dan Hannie Hananto.

“Kita akan kembali menampilkan koleksi busana muslim untuk IFW 2015 dan bekerjasama dengan tiga desainer. Mereka kita pilih karena terdapat benang merah antara karakteristik desain mereka dengan DNA The Executive,” ujar Rita Zulkaidarati, brand manager The Executive, pada acara peluncuran fesyen muslim dalam ajang IFW 2015 di Kementrian Perdagangan, Jakarta, Rabu (29/10).

Koleksi dari ketiga desainer tersebut akan diproduksi massal pada bulan Ramadan. Masing-masing desainer akan membuat sekitar 20 look untuk The Executive.

“Namun, tentunya tidak semuanya akan kita produksi massal. Nanti, akan kita saring kembali. Yang pasti kita akan produksi lebih banyak dibandingkan koleksi Hannie Hananto kemarin,” pungkasnya.

Diharapkan, desain-desain untuk busana muslim tahun depan bisa menyasar pasar utama mereka, yakni usia 23 hingga 32 tahun.

Selain bekerjasama dengan desainer di IFW 2015, The Executive juga akan bekerjasama dengan ISIS untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2015 yang akan diselenggarakan pada 1 hingga 7 November mendatang. Pagelaran busana di JFW 2015, The Executive dijadwalkan akan tampil pada 6 November dengan mengambil tema “Smart and Casual”.

“Ini pertama kalinya bekerjasama dengan ISIS. Desain-desain dari ISIS di JFW 2015 nanti pun akan dipasarkan untuk bulan Desember 2014,” imbuh Rita.

Gandeng 3 Desainer, The Executive Rambah Segmen Baju Muslim – Metro TV News


Metrotvnews.com, Jakarta: The Executive bersiap merilis koleksi baju muslim yang akan dipamerkan dalam gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 di Jakarta Convention Center, 26 Februari – 1 Maret.

The Executive akan menggandeng tiga desainer baju muslim ternama. Mereka adalah Ria Miranda, Jenahara, dan Hannie Hananto.

“Untuk fashion show, masing-masing desainer akan menampilkan 20 koleksi,” ujar Rita Zulkaidarati, Brand Manager The Executive, yang ditemui usai workshop “Fashion Muslim for International Market” di Gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Nantinya, koleksi dari ketiga desainer tersebut akan resmi dipasarkan menjelang akhir 2015.

Rita menjelaskan alasan memilih ketiga desainer tersebut untuk diajak bekerja sama.

“Karakteristik rancangan mereka memiliki benang merah dengan The Executive. Kalau pun ada yang beda, nanti bisa kita gabungkan. Yang jelas, kita tak akan menghilangkan identitas The Executive yang memang memiliki konsep modern dan stylish,” paparnya.

Mengenai segmentasi pasar, koleksi terbaru baju muslim The Executive akan menyasar konsumen perempuan yang berusia 23-32 tahun.

“Walau begitu, tidak tertutup kemungkinan perempuan di luar usia itu juga bisa pakai koleksi The Executive,” pungkasnya.

ROS

Source Article from http://rona.metrotvnews.com/read/2014/10/29/311835/gandeng-3-desainer-the-executive-rambah-segmen-baju-muslim

Kadin: Indonesia berpotensi jadi pusat mode Muslim – ANTARA

Jakarta (ANTARA News) – Minat berhijab yang kian meningkat di Tanah Air membuat Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat mode Muslim dunia pada beberapa tahun mendatang kata Ketua Komite Tetap Perdagangan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Jakarta Fathya Feurazia Yuliandre.

“Penggemar hijab di Indonesia sekarang semakin banyak, sehingga pengusaha baju Muslim juga mulai bermunculan,” ujar Fathya di Jakarta, Jumat.


Penggunaan hijab pada masyarakat dalam negeri yang variatif dan dianggap semakin modern, ia nilai, menjadi alasan meningkatnya peminat busana Muslim di sejumlah daerah Indonesia.


Fenomena tersebut akhirnya membuka kesempatan usaha bagi para produsen pakaian lokal untuk memperluas produksinya pada pakaian Muslim.


Fathya mengatakan, sudah ada banyak produk busana Muslim buatan pengusaha lokal yang diekspor ke luar negeri saat ini. Indonesia bahkan menjadi eksportir baju Muslim terbanyak di dunia saat ini, mengalahkan Malaysia yang juga diketahui bergelut pada usaha yang sama, ucapnya.


Oleh karena itu, meningkatnya pengguna hijab serta tingginya produksi busana Muslim di Jakarta, membuka kesempatan besar bagi Ibu Kota Indonesia untuk menjadi pusat mode Muslim dunia.


“Potensi ini harus segera dilihat oleh Pemerintah Jakarta, karena hal ini kemudian dapat diunggulkan oleh Ibu Kota,” ujarnya.

Sebelumnya, Fathya mengatakan Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Jaya dan Pemprov DKI Jakarta akan membentuk “Jakarta Islamic Fashion Community”, yang akan menjalankan tiga program yang merupakan, pendidikan bagi para pelaku bisnis, promosi untuk memopulerkan produk-produk dalam negeri di dunia internasional maupun nasional, serta pendidikan mengenai transaksi bisnis.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Source Article from http://www.antaranews.com/berita/460515/kadin-indonesia-berpotensi-jadi-pusat-mode-muslim

Incoming search terms:

  • dimana cari distributor pakaian muslim indra brugman
  • model baju syari by ninee indra brugman

Tren Busana Muslim 2015 Tak Seheboh Tahun Sebelumnya – Tribunnews

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Laisa Khoerun Nissa

TRIBUNNEWS.COM - DI ranah fesyen, pergantian tahun identik dengan perputaran tren busana terbaru. Rotasi tren tersebut berlaku dalam berbagai khasanah busana, termasuk busana muslim.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, selalu dianggap sebagai pengusung tren terdepan di ranah busana syar’i. Apalagi beberapa waktu belakangan, karya-karya desainer muslim negeri ini selalu mencuri perhatian dari para fashionista di seluruh dunia.

Jelang pergantian tahun, sederet perancang muslim yang tergabung dalam APPMI Jawa Barat tak mau ketinggalan unjuk karya terbarunya. Dengan semangat menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen dunia, para perancang tersebut mengusung tren anyar berjuluk hijab ready to wear.

“Di tahun 2015, saya meramalkan tren busana yang akan booming akan bergeser pada tema ready to wear. Baik dari sisi siluet, motif dan warna, tidak akan seheboh tahun-tahun sebelumnya. Semua dipastikan lebih simple namun elegan,” ujar Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat, Harry Ibrahim, dalam fashion show di Bandung, dua pekan lalu.

Ready to wear bisa dimaknai sebagai busana siap pakai. Bersifat multifungsi dan bisa dikenakan di semua forum, busana ready to wear yang diusung para perancang tersebut memiliki karakter sederhana namun manis dikenakan dalam keseharian.

Meski mengusung kesan sederhana, bukan berarti deretan busana yang dipamerkan minim konsep. Gaya ready to wear yang ditampilkan justru dibalut dalam nuansa edgy dan universal. Tak jarang, rancangan yang ditampilkan terasa lebih eksentrik dan out of the box tanpa harus meninggalkan unsur syar’i.

Beberapa rancangan juga tetap mempertahankan desain dan motif yang memperlihatkan khasanah tradisi Indonesia bahkan mengeksplorasi keindahan alam Nusantara. Konsep tersebut diterjemahkan pada siluet yang unik, kaya warna dan dibalut permainan material yang digunakan.

Perancang muda Anggiasari Mawardi misalnya. Berbalut tema Serenity of Papua, keelokan alam dari Raja Ampat, Papua menjadi inspirasi Anggia ketika membuat rancangan busana miliknya.
Anggia memadukan warna-warna bernuansa pantulan warna air Raja Ampat dan keindahan terumbu karang dari daerah yang tersohor akan pantai dan lautnya tersebut. Untuk bahan, Anggia menggunakan materi berbahan sutra dan beberapa kain lokal Indonesia, seperti sutra Cirebon dan tenun Palembang.

Keindahan Papua juga menjadi inspirasi bagi Yemi Sudibjo. Busana tradisional Papua, koteka, menjadi inspirasi terutama lewat pemilihan warna-warna coklat, biru dan warna tanah dan air. Ornamen dan aplikasi ala Tanah Papua turut disertakan lewat penggunaan asesoris kepala, tangan dan manik-manik berwarna warni.

Sementara Malik Moestaram menampilkan tema AkarSaka. Desainer asal Bandung ini mengolaborasikan tiga akar budaya, yakni Indonesia, Cina dan Gujarat.

Sebagaimana ciri khas Malik, ia tetap menyuguhkan gaya ready to wear dengan cita rasa mewah. Unsur glamor ini terwakilkan lewat ramuan warna emas, biru, silver, hitam, dan krem.

Di sisi lain, Herman Nuary mendeskripsikan gaya ready to wear lewat busana bertema Up Town Girl. Dalam rancanngannya, Herman mengangkat kehidupan kosmopolis, sisi urban dan modernitas dengan penggambaran aneka ragam suku dan latar belakang penduduk di dalamnya.

Herman mempersembahkan siluet gamis dan abaya panjang modern dengan material tenun Bali, Kalimantan Timur, Papua, Sumbawa, NTT dan material kontemporer ala Jakarta. (isa)

Source Article from http://www.tribunnews.com/lifestyle/2014/10/21/tren-busana-muslim-2015-tak-seheboh-tahun-sebelumnya

Incoming search terms:

  • alamat toko baju muslim indra brugmen
  • baju muslim indra l brugman tanah abang
  • model baju muslim ala indra brugmen

Pasar Busana Muslim Berjaya di Amerika Serikat – Inilah.com

INILAHCOM, Los Angeles – Busana muslim kini telah memasuki pasar Amerika Serikat dan memikat konsumen dengan aneka model busana konservatif, namun diperkaya dengan nuansa modern.

Melansir alarabiya, Bahkan, pelanggannya tidak hanya umat muslim saja tetapi juga kaum Yahudi dan Kristen Ortodoks, yang juga berpakaian tertutup. Konsep fashion yang dimilikinya adalah perpaduan antara mode dan iman mereka.

“Kami ingin berada di dunia mode yang tetap mematuhi prinsip-prinsip keyakinan kami,” kata Ibtihaj Muhammad, pemilik lini fashion Louella, yang menggabungkan model pakaian sederhana dengan fashion modern.

Lini fashion yang berbasis di Los Angeles telah menjual hampir 4.000 produk sejak diluncurkan tiga bulan lalu. Kesuksesan Muhammad, yang juga seorang atlet profesional dan anggota tim anggar Amerika Serikat, berawal ketika dia lelah menemukan gaun lengan panjang menyentuh lantai untuk dipakainya saat tur membawa nama Team USA dan Departemen Luar Negeri. Kebanyakan yang dijual adalah baju panjang berwarna hitam yang lebih dikenal dengan abaya.

“Aku sudah lelah menghabiskan uang dan mengejar ide berpakaian sederhana. Dan ini sempurna,” komentarnya.

Source Article from http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2143529/pasar-busana-muslim-berjaya-di-amerika-serikat

Incoming search terms:

  • butik ade indra brugman
  • gambar baju muslim ussy
  • mode-model busana muslim hijabers baju dan celana stelan ala boutique ussy sulistiawati

Buka Toko Baju Muslim, Ussy Angkat Warna Pastel – Inilah.com

INILAHCOM, Jakarta – Memiliki toko busana muslim membuat Ussy Sulistiawaty selalu berkreasi untuk membuat mode busana baru. Untuk koleksi tahun ini, Ussy memakai nuansa warna pastel.

“Semua gaya aku, kalau yang tahu gaya aku sehari – hari itu gaya aku. Pakai outer. Aku tampil yang nggak seksi, kalau berbusana yang dipakai dalaman tanpa lengan, aku biasanya pakai outer. Aku yang simpel – simpel ya,” ungkap Ussy saat ditemui usai pembukaan Ussy House of Moeslem di Lippo Mall Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (03/10).

Ussy pun menambahkan tidak hanya menyediakan pakaian untuk para perempuan yang berhijab, tetapi untuk yang tidak mengenakan hijab pun bisa mendapatkan busana yang kasual di rumah mode tersebut.

“Karena orang yang tidak berhijab bisa pakai, apalagi yang berhijab. Kalau sekarang lebih ke pastel, pakaian kasualnya berwarna warni,” terangg dia. [ads]

Source Article from http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2141531/buka-toko-baju-muslim-ussy-angkat-warna-pastel

Incoming search terms:

  • koleksi baju muslim ussy on line

Trend Busana Muslim meningkat pesat – Waspada Online (Blog)

WASPADA ONLINE

Model Gaya Hijab Terbaru di Bulan Ramadhan Trend Busana Muslim meningkat pesat   Waspada Online (Blog)Pengguna busana muslim di Indonesia meningkat dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring makin modis busana tersebut didesain.

“Beberapa tahun yang lalu pengguna hijab bisa dihitung dengan jari dan mayoritas pengguna adalah ibu-ibu. Sekarang remaja bahkan anak-anak udah menggunakan hijab sebagai satu gaya berbusana tersendiri,” kata desainer muslim dari rumah mode My Ris Ulin, Ni’mah Makruf, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, pertumbahan yang drastis dari tahun ke tahun disebabkan makin banyak desain kreatif yang diciptakan desainer indonesia yang pada akhirnya menarik minat masyarakat untuk menggunakan busana muslim. “Banyak wanita muslim yang semula tidak berhijab akhirnya berhijab, karena sekarang berhijab sudah menjadi bagian dari mode,” katanya.

Sayangnya banyak desainer yang sekedar ikut-ikutan tanpa memahami karakteristik baju muslim itu sendiri. “Baju muslim tidak hanya harus tertutup namun juga tidak boleh menggunakan bahan yang transparan dan menonjolkan lekuk tubuh,” katanya.

Selain untuk pasar Indonesia, dia juga optimistis, busana muslim Indonesia dapat mendunia karena berbeda dengan di negara-negara Timur Tengah — pengguna baju muslim terbesar di dunia — yang cenderung monoton dengan warna gelap. Sudah lazim diketahui busana muslim Indonesia berani menampilkan warna-warna cerah maupun menggunakan kain tradisional.
(dat03/wol/antara/inilah)

 





loaderb Trend Busana Muslim meningkat pesat   Waspada Online (Blog)











Name *
URL
Code
   Trend Busana Muslim meningkat pesat   Waspada Online (Blog)
ChronoComments by chronoengine.com




Source Article from http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=336844:trend-busana-muslim-meningkat-pesat&catid=54:gaya-hidup&Itemid=84

Kesan Para Model Amerika Peragakan Busana Muslim Karya Dian … – Detikcom





Wolipop & Dian Pelangi Goes To New York


Ferdy Thaeras – wolipop

 Kesan Para Model Amerika Peragakan Busana Muslim Karya Dian ...   Detikcom


placeholder Kesan Para Model Amerika Peragakan Busana Muslim Karya Dian ...   Detikcom
085745 dpmodel420 Kesan Para Model Amerika Peragakan Busana Muslim Karya Dian ...   Detikcom

Foto: Ferdy/Wolipop


Jakarta – “Ya Tuhan, aku merasa sangat cantik malam ini. Aku bukan muslim tapi aku mau pakai gaun ini ke pesta,” ujar Lakisha, model berkulit hitam yang menjadi salah satu model dari Dian Pelangi di DC Fashion Week Jumat (26/09/2014) malam di Franklin ballroom, Twelve & K Hotel, Washington D.C. Komentar seperti ini sering terdengar pasca 25 look busana Dian Pelangi diperagakan untuk penikmat mode hijab di Amerika.

Di pekan mode ini, para model disiapkan oleh panitia yang dikoordinasikan oleh Nisa dari Areej fashion dan direktur DC Fashion Week Ean Williams. Jika saat ini di Indonesia para model didominasi oleh model pendatang dari Brazil, Uzbekistan hingga Rusia maka di Washington D.C. didominasi oleh model berkulit hitam, keturunan Arab hingga Meksiko. Sebelum show, tim Dian Pelangi dipersilakan memilih model dan proses audisi pun dilakukan secara spontan.

David, salah satu tim desain dari Dian Pelangi meminta para model berjalan dan ternyata hanya sedikit yang gaya jalannya bagus seperti model Indonesia. Beberapa bahkan memiliki proporsi yang tidak sesuai standar modeling seperti terlalu gemuk dan terlalu pendek. Proses pemilihan pun diperketat agar busana Dian bisa membalut tubuh model dengan sempurna.

Setelah show berakhir, para model yang mengenakan busana Dian Pelangi ini diperebutkan oleh para wartawan dan fotografer lokal untuk diwawancara hingga difoto. Rasa bangga pun semakin terpancar dari mata dan gestur tubuh mereka.

Sebagian dari mereka diwawancara oleh satsiun TV Voice of America dan ditanya kesan-kesan memakai busana Dian. Salah satunya Marta, model 23 tahun berdarah Amerika Latin. “Di Amerika aku biasa show untuk baju kasual dan formal yang simpel urban, tapi baru kali ini aku merasa seperti putri dari Timur Tengah. Regal (mewah ala kerajaan-red), menawan dan penuh kharisma,” ujarnya sambil menunjukkan perhiasan emas kuno yang dipakainya.

Pernyataan serupa datang dari Alice, model pirang asal Amerika yang merasa walaupun sedikit sulit berjalan dengan busana tertutup namun dirinya tetap merasa nyaman di balik kain songket dan beludru. “Ya, aku nyaman memakainya. Tidak seperti yang pertama kubayangkan saat melihat pertamakali di gantungan baju,” ujarnya pada Wolipop.

Dian Pelangi yang dihujani pujian oleh semua orang malam itu pun angkat bicara. “Bersyukur banget warga di sini suka sama koleksi aku. Sempat mau nangis pas closing show dan aku keluar dari backstage terus semua orang kasih standing applause. Mata langsung penuh air mata terharu,” ujarnya menutup wawancara di malam itu.


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
 Kesan Para Model Amerika Peragakan Busana Muslim Karya Dian ...   Detikcom




(fer/eny)






Javascript harus diaktifkan terlebih dahulu


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar


Tampilkan Komentar di:   

    





Source Article from http://wolipop.detik.com/read/2014/09/28/085700/2703314/233/kesan-para-model-amerika-peragakan-busana-muslim-karya-dian-pelangi?991104topnews

Pengguna Baju Muslim Indonesia Meningkat Pesat – Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta — Pengguna baju muslim di Indonesia meningkat dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan makin modis busana tersebut dikemas.

“Beberapa tahun yang lalu pengguna hijab bisa dihitung dengan jari dan mayoritas pengguna adalah ibu-ibu. Sekarang remaja bahkan anak-anak udah menggunakan hijab sebagai satu gaya berbusana tersendiri,” kata desainer muslim dari rumah mode My Ris Ulin, Ni’mah Makruf, di Jakarta, Sabtu (27/9).

Dia mengatakan, pertumbahan yang drastis dari tahun ke tahun disebabkan makin banyak desain kreatif yang diciptakan desainer indonesia yang pada akhirnya menarik minat masyarakat untuk menggunakan busana muslim. “Banyak wanita muslim yang semula tidak ber-hijab akhirnya ber-hijab, karena sekarang ber-hijab sudah menjadi bagian dari mode,” katanya.

Namun akibat tren ini, dia mengatakan, banyak juga desainer yang sekedar ikut-ikutan tanpa memahami karakteristik baju muslim itu sendiri. “Baju muslim tidak hanya harus tertutup namun juga tidak boleh menggunakan bahan yang transparan dan menonjolkan lekuk tubuh,” katanya.

Selain untuk pasar Indonesia, dia juga optimistis, busana muslim Indonesia dapat mendunia karena berbeda dengan di negara-negara Timur Tengah –pengguna baju muslim terbesar di dunia– yang cenderung monoton dengan warna gelap. Sudah lazim diketahui busana muslim Indonesia berani menampilkan warna-warna cerah maupun menggunakan kain tradisional. (Ant)

Source Article from http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2139789/pengguna-baju-muslim-indonesia-meningkat-pesat