Rebutan Jatah Preman Berujung Pembacokan – Pikiran Rakyat

MAJALENGKA, (PRLM).- Berawal dari perebutan jatah preman dua pimpinan geng asal Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya dan Desa Kramat, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka berseteru hingga berujung pembacokan yang dilakukan Bambang Setiabudi (22) warga Bongas Kulon terhadap Caryudin alias Odel (40) warga Blok Cangcalayang, Desa Kramat.

Akibatnya Caryudin mengalami luka bacok di bagian kepala hingga harus dijahit sebanyak 26 jahitan. Polisi kini telah mengamankan tersangka Bambang serta barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan tersangka dan baju tersangka, sedangkan senjata tajam jenis parang yang dipergunakan untuk membacok belum ditemukan setelah dibuang tersangka di lokasi kejadian di depan Pabrik PT Sampurna di ruas jalan Cirebon-Bandung tepatnya di Desa Majasuka, Kecamatan Palasah.

Dari aksi pembacokan tersebut nyaris memicu terjadi bentrok masa kedua desa pada Rabu malam, namun diredam pihak kepolisian, Polsek Sumberjaya dan Palasah yang kebetulan kedua Markas Polsek tersebut masing-masing berada di Desa Bongas Kulon dan Kramat.

Menurut keterangan Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto disertai Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Andika Fitransah, Rabu (5/3/2015) pembacokan yang dilakukan Bambang terhadap Caryudin dilakukan Rabu (4/3/2015) sekitar pukul 17.30 WIB, di halaman pabrik rokok Sampurna di Kecamatan Palasah.

Kejadiannya berawal dari pertemuan antara Caryudin dan Bambang di sebuah lokasi parkir liar di depan pabrik garmen PT Wintay di Desa Bongas Kulon, keduanya membicarakan persoalan pungutan parkir liar di wilayah tersebut yang awalnya parkir dipungut oleh Jana (40) warga Bongas Kulon yang masih kelompok Bambang, namun dua hari belakangan tepatnya sejak Selasa dan Rabu (3-4/3/2015) diambil alih oleh kelompok Caryudin sehingga Bambang meminta agar parkir dikembalikan kepada kelompoknya. Setelah disepakati Odel kembali minta agar tarif parkir disamakan sebesar Rp 5.000 per kendaraan namun Bambang menolak dan hanya akan mengenakan Rp 2.000 seperti boiasanya.

Namun pertengakaran keduanya yang disaksikan anak buahnya masing-masing tidak sampai berlanjut karena dilerai Kapolsek Sumberjaya Dedi Budiana.

Setelah Kapolsek kembali ke kantornya, Caryudin minta Jana untuk mengantarkannya pulang ke Cangcalayang menggunakan sepeda motor, Jana berupaya membonceng Caryudin dan Sumin anak buah Caryudin. Namun belum sampai di rumahnya di perjalanan tepatnya di depan Pabrik Sampurna anak buah Caryudin sedang berkumpul, hingga dia minta berhenti disana. Belum juga berhenti Caryudin yang ketika itu dipengaruhi alkohol berteriak kepada temannya “culik bae yeuh, culik bae yeuh!” teriak Caryudin.

“Jana yang membonceng Caryudin panik karena dikerumuni anak buah Odel sehingga dia berupaya menghubungi Bambang, tidak lama kemudian Bambang langsung datang menggunakan sepeda motor dan membacok bagian kepala Caryudi, setelah itu dia melempar senjata tajamnya ke selokan,” ungkap Kasat Reskrim yang akan menjerat tersangka dengan pasal 351 KUHP.

Saat itu juga pihak kepolisian dari Polsek Sumberjaya dan Palasah langsung mengamankan situasi menjaga bentrokan antara kedua belah pihak dan membawa Caryudin ke RS Cideres untuk mendapat perawatan medis.
Caryudin dan Bambang sendiri kesehariannya sebagai penjaga mesin bechoe di ruas tol Cikampek-Palimanan-Kertajati, namun di titik yang berbeda.

Sementara itu Bambang ditemui di Mapolres Majalengka mengatakan, aksi pembacokan yang dilakukannya karena jengkel terhadap Odel yang merebut lahan parkir milik warga Bongas Kulon dan selama ini dikelola oleh pamannya, Jana. Dia semakin marah ketika dihubungi pamannya yang mengatakan akan diculik kelompok Odel.

“Ketika saya datang ke lokasi kejadian Mang Jana sudah dikerumuni anak buah Odel, makanya begitu masuk kesana Odel langsung dibacok bagian kepalanya,” papar Bambang .

Menurutnya Cary udin tak seharusnya merebut lahan parkir milik warga Bongas karena telah memiliki lahan parkir sendiri.

Sementara itu muncul isu di masyarakat Cangcalayang kalau warga Desa Bongas Kulon akan melakukan penyerangan terhadap Blok Cangcalayang. Namun hal itu langsung di redam pihak kepolisian. Hingga situasi benar-benar terkendali.(Tati Purnawati/A-147)***

Source Article from http://www.pikiran-rakyat.com/node/318614

Mau Bisnis Busana Muslim? Baca Dulu Trik Jitunya! – Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COMPeluang usaha busana muslim memang sangat menjanjikan meski digempur busana asal impor, namun fesyen muslim tetap memiliki pelanggan yang loyal. Penduduk Indonesia yang sebagian besar beragama Islam menjadi potensi pasar yang sangat menggiurkan. Jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, permintaan busana muslim biasanya meningkat hingga 300 persen. Sehingga, momen itu menjadi waktu yang tepat bagi pengusaha busana muslim. Potensi luar negeri pun cukup tinggi, terutama di negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Agar terus diminati, pelaku usaha harus bisa memperhatikan desain baju yang akan ditawarkan dan model apa yang sedang diminati pasar. Cara ini menjadi penting terlebih pada perkembangannya saat ini busana muslimah telah memasuki masa modern yang mana model dan desainnya di sesuaikan dengan penggunanya. Momen Ramadan dan Lebaran adalah peluang emas meraup untung dari usaha busana muslim. Wanita yang biasanya tidak memakai baju muslim, pada bulan itu sangat membutuhkannya. Apalagi saat ini model busana muslimah ala Komunitas Hijabers sedang menjamur di Inonesia, tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga ke berbagai daerah.

Untuk mengawali usaha, pelaku usaha dapat memulainya dengan berbagai cara mulai dari cara menjadi reseller dari produk yang sudah ada atau samapi menjadi produsen langsung, yang dengan kata lainnya memproduksi sendiri busana muslimah yang akan di jual. Selain itu pelaku usaha juga bisa memasarkan busana muslimah menggunakan sarana pameran fesyen, website usaha, titip jual di butik, mal, bahkan titip jual di butik online juga efektif dilakukan.



<!––>

Source Article from http://www.jitunews.com/read/10357/mau-bisnis-busana-muslim-baca-dulu-trik-jitunya

Di Ciamis, Siswa Wajib Tanam Pohon Kelapa – Pikiran Rakyat

CIAMIS,(PRLM).- Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mengimbau agar sekolah mewajibkan siswa menanam pohon. Salah satu pohon yang dinilai paling penting ditanam, yaitu pohon kelapa.

Pohon itu tidak terlepas dari sejarah berdirinya Kabupaten Ciamis, sehingga pohon kelapa terdapat di emblem setiap baju pegawai Pemkab Ciamis.

“Setiap sekolah kalau bisa ada 50 pohon kelapa. Pohon itu akan berbuah 10 butiran. Coba kalau dari 400.000 siswa bjsa ada berapa butir?” kata Iing pada pembukaan Ortek Pramuka Kwartir Cabang Ciamis di Aula Dasa Dharma, Rabu (4/3/2015).

Niatan penanaman pohon itu dibantah Iing sebagai langkah mencari pujian atau penghargaan. Namun, demi memberikan wawasan lingkungan kepada anak didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ciamis Toto Marwoto mengatakan, pihaknya siap mengimbau hal yang sama. Program wajib menanam pohon menurut dia sudah digalakkan sejak lama.

“Wawasan wyatamandala itu diterapkan di tiap-tiap sekolah karena selain aspek lingkungan, dari kesehatan juga, oksigen di sekolah bisa memadai,” ucapnya.

Toto menyatakan, sekolah juga bisa higienis sehingga siswa nyaman mengenyam pendidikan. Secara berkala, kegiatan menanam pohon dimulai dari perindangan sekitar sekolah.

Untuk pohon kelapa, ia berencana membagi-bagi bibit kelapa. Selanjutnya, siswa dipersilahkan menanamnya di lahan tidur, rumah sendiri, atau dalam rangka kegiatan-kegiatan tertentu.(Gita Pratiwi/A-89)***

Source Article from http://www.pikiran-rakyat.com/node/318540

Kepincut Akik, Kakek Digebuki – Samarinda Pos

SAMARINDA. Kepincut dengan batu akik yang ada di petak milik Iyan (48), seorang kakek tiga cucu asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) bernama Luhut Simbolon (61), digebuki pedagang dan pengunjung Pasar Pagi, Selasa (3/3) kemarin.
Alih-alih hendak membeli, Luhut rupanya diam-diam menyembunyikan tiga batu akik jenis Rubi Star senilai Rp 7,5 juta perbijinya ke kantung bajunya.
Aksi tangan panjang Luhut itupun akhirnya diketahui salah satu karyawan kios tersebut yang melihat Luhut pergi dengan mengantongi batu akik tanpa lebih dulu membayarnya.
Sekali berteriak, belasan orang lantas menarik kerah baju Luhut dan kemudian menghajar kakek yang selama ini tinggal menumpang di rumah temannya di kawasan Bayur, Samarinda Utara.
Walau sudah sering menjadi korban pencurian batu akik, Iyan tak tega membiarkan Luhut dihakimi massa. Iyan pun bergegas mengamankannya dan melaporkan pencurian itu ke polisi.
Polisi sempat khawatir, warga akan kembali bertindak anarkis lantaran posisi Luhut masih dikepung massa. Beruntung polisi bisa melakukan negosiasi dengan warga, sehingga amarah warga dapat diredam dan Luhut dapat diamankan ke mobil patroli.
“Sudah tiga kali laporan anak buah saya, dia (Luhut, Red) datang. Kemarin-kemarin saya biarkan, tapi sekarang tidak bisa,” kata Iyan.
Cara yang digunakan Luhut terbilang berani, pasalnya Luhut terang-terangan mengambil dan mengantongi batu akik setelah bertanya harganya.
“Tapi tidak bayar dan main pergi begitu saja, makanya saya kesal,” ucap Iyan.
Rasa dongkol Iyan pun akhirnya terbayarkan, pasalnya Luhut kembali ke petak Iyan untuk “berburu” akik yang hendak dicurinya.
“Anak buah saya memang memperhatikan dia terus, terbukti waktu pergi ada batu akik di kantong bajunya,” ujar Iyan.
Namun Iyan belum membuat laporan resmi. Dirinya menyatakan masih pikir-pikir dahulu, meskipun kerugian yang dideritanya mencapai Rp 20 juta lebih.
“Saya mau tahu dulu apa mereka ini ada jaringannya, karena bulan lalu saya juga menangkap seorang kakek mencuri batu akik di tempat saya,” tutur Iyan.
Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono menyatakan, sejauh ini Luhut yang dituduh mencuri batu akik masih bersetatus diamankan.
“Kami proses apabila sudah ada laporannya, kalau pun damai kami akan membuatkan peryataan agar kedua belah pihak tak merasa keberatan dan diberatkan,” terang Suryono.
Sedangkan mengenai adanya sindikat pencuri batu akik, Suryono menyatakan dugaan itu haris didalami terlebih dahulu dan dibuktikan.
“Melalui pemeriksaan atau lainnya, karena memang kebetulan saja tempat berjualan batu akik korban (Iyan, Red) paling ramai dikunjungi dari pada lapak akik lainnya,” pungkasnya.(oke/agi)

Source Article from http://www.sapos.co.id/berita/detail/Rubrik/9/51148

Victoria Beckham dan Kampanye ‘Mati dengan Seksi’ – CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia
Dalam kamus fesyen Victoria Beckham hanya ada satu kata, yaitu seksi. Baginya, dalam tiap kesempatan, penampilan seksi itu mutlak perlu. Mungkin saja ini juga yang menginspirasinya untuk menciptakan gaya ‘mati dengan seksi’ di kampanye busana terbarunya.

Konsep foto istri David Beckham ini sebenarnya tergolong sederhana, hanya model yang berpose dalam lorong apartemen bercat krem dengan tambahan televisi, bunga tulip dan kursi.

Dilansir dari Mirror, mantan anggota Spice Girl ini meminta para modelnya berpose yang tak biasa. Di dalam fotonya, para model yang menggunakan baju-baju rancangannya dari koleksi autum/winter 2015 ini berpose aneh.

Model-model ini bergaya dengan pose berbaring kaku di lantai tanpa alas dan mata terpejam, layaknya orang mati. Ada juga foto yang menampilkan model bergaun  mini, terlihat seperti orang yang mabuk obat terlarang. ia berbaring tak nyaman di atas sebuah kursi kecil. Hanya tubuhnya yang tersangga kursi, sedangkan kepala, kaki dan tangannya jatuh ke lantai.

Dalam foto lainnya, seorang model terlihat memeragakan gaya bak sedang beryoga. Kedua kakinya bertumpu di lantai, dada menghadap ke atas dan kedua tangan memegang kakinya. Rambut merahnya dibiarkan tergerai panjang ke bawah. Entah apa yang dilihat si model di langit-langit apartemen ini. Di depan model yang menggunakan mini dress pink putih terdapat sebuah televisi  kecil dan di sampingnya terdapat bunga tulip yang terselip di pintu lubang suratnya.

Foto-foto ‘mati dengan seksi’ ini merupakan hasil jepretan dari fotografer Colin Dodgson. Ternyata tak semua busananya dipotret dengan gaya yang aneh. Ada juga model-model yang bergaya normal. Pose aneh ini ternyata dimaksudkan sebagai penggambaran koleksi yang berjiwa bebas dan mandiri.

Koleksi busana-busana ini sebenarnya sudah diluncurkan pertama kalinya di New York Fashion Week 2015 beberapa waktu lalu. “Saya ingin punya translasi yang baru dalam gaun ini. Saya ingin gaun yang seksi,” kata ibu empat anak ini.

(chs/utw)

Source Article from http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150304133017-277-36631/victoria-beckham-dan-kampanye-mati-dengan-seksi/

Victoria Beckham dan Kampanye ‘Mati dengan Seksi’ – CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia
Dalam kamus fesyen Victoria Beckham hanya ada satu kata, yaitu seksi. Baginya, dalam tiap kesempatan, penampilan seksi itu mutlak perlu. Mungkin saja ini juga yang menginspirasinya untuk menciptakan gaya ‘mati dengan seksi’ di kampanye busana terbarunya.

Konsep foto istri David Beckham ini sebenarnya tergolong sederhana, hanya model yang berpose dalam lorong apartemen bercat krem dengan tambahan televisi, bunga tulip dan kursi.

Dilansir dari Mirror, mantan anggota Spice Girl ini meminta para modelnya berpose yang tak biasa. Di dalam fotonya, para model yang menggunakan baju-baju rancangannya dari koleksi autum/winter 2015 ini berpose aneh.

Model-model ini bergaya dengan pose berbaring kaku di lantai tanpa alas dan mata terpejam, layaknya orang mati. Ada juga foto yang menampilkan model bergaun  mini, terlihat seperti orang yang mabuk obat terlarang. ia berbaring tak nyaman di atas sebuah kursi kecil. Hanya tubuhnya yang tersangga kursi, sedangkan kepala, kaki dan tangannya jatuh ke lantai.

Dalam foto lainnya, seorang model terlihat memeragakan gaya bak sedang beryoga. Kedua kakinya bertumpu di lantai, dada menghadap ke atas dan kedua tangan memegang kakinya. Rambut merahnya dibiarkan tergerai panjang ke bawah. Entah apa yang dilihat si model di langit-langit apartemen ini. Di depan model yang menggunakan mini dress pink putih terdapat sebuah televisi  kecil dan di sampingnya terdapat bunga tulip yang terselip di pintu lubang suratnya.

Foto-foto ‘mati dengan seksi’ ini merupakan hasil jepretan dari fotografer Colin Dodgson. Ternyata tak semua busananya dipotret dengan gaya yang aneh. Ada juga model-model yang bergaya normal. Pose aneh ini ternyata dimaksudkan sebagai penggambaran koleksi yang berjiwa bebas dan mandiri.

Koleksi busana-busana ini sebenarnya sudah diluncurkan pertama kalinya di New York Fashion Week 2015 beberapa waktu lalu. “Saya ingin punya translasi yang baru dalam gaun ini. Saya ingin gaun yang seksi,” kata ibu empat anak ini.

(chs/utw)

Source Article from http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150304133017-277-36631/victoria-beckham-dan-kampanye-mati-dengan-seksi/

Ussy Sulistiawaty Bikin Garage Sale untuk Cuci Dosa – Kaltim Post


JAKARTA – Ussy Sulistiawaty menggelar garage sale di tokonya di Beauty Bar, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2015). Menurutnya, hasil penjualan itu akan disumbangkan‎.


Tak sedikit dari barang Ussy yang mempunyai‎ kisah tersendiri. Meski begitu, ia bersemangat karena kegiatan itu sebagai salah satu ibadah.


“Acara kayak gini tuh nyuci dosa, kan dosanya udah terlalu banyak, aku cuci dikit-dikit. Tahun kemarin yang kita sumbangkan puluhan juta, ada sampai ratusan juta juga,” ‎ungkap istri Andhika Pratama itu.


Barang yang dijual Ussy juga dianggapnya tidak terlalu mahal. Mulai dari baju hingga kacamata, ia menjualnya tak lebih dari Rp 4 juta.


“Dari aku tuh penuh banget barangnya, makanya rame. Ini barang pribadi aku, Andhika sama anak-anak,” tuturnya.


Ussy‎ juga menjaga sendiri barang dagangannya. Meski mengaku kondisi badannya kurang sehat, tapi hal itu sepertinya bukan halangan.(dtc)

Source Article from http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/134574-ussy-sulistiawaty-bikin-garage-sale-untuk-cuci-dosa.html

Hut Parepare Di meriahkan Tarian Anak SD – Fajar

FAJARONLINE,PAREPARE — Hari Ulang Tahun Kota Parepare ke 55 dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari siswa dan siswi SD di Kota Parepare.

Sebanyak 55 sSD yang tersebar di Kota Parepare terlihat sedang menpersuapkan tarian ganrang bulo khas Sulawesi Selatan.

Selain itu terlihat juga beberapa remaja putra dan putri berpasangan memakai baju adat menyambut para tamu.

Selain itu SIswa pun juga memberikan persembahan tarian dan nyanyian khas Sulsel.(ksa)

Source Article from http://fajar.co.id/fajaronline-sulsel/2015/03/04/hut-parepare-di-meriahkan-tarian-anak-sd.html