Dugaan Korupsi Pengadaan Pakaian Batik, Mantan Sekdaprov … – Riau Terkini

Senin, 22 September 2014 13:37
Dugaan Korupsi Pengadaan Pakaian Batik,
Mantan Sekdaprov Riau Penuhi Panggilan Penyidik

Mantan Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus, memenuhi panggilan Pidsus Kejati Riau. Ia dimintai keteranga terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian batik di Pemprov Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Setelah sempat dinyatakan mangkir memenuhi panggilan penyidik,
hari ini Senin (22/9/14), Wan Syamsir Yus, mantan Sekdaprov Riau, datang memenuhi
panggilan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.



Kedatangan Wan Syamsir Yus sekitar pukul 09.15 WIB itu tidaklah sendirian. Ia datang
menjalani pemeriksaan bersama Daniel, pimpinan PT Andalas Sport dan Akmal SE,
Kasubag Keuangan Pemprov Riau.



“Hari ini Wan Syamsir Yus menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejati Riau. Selain
Wan Syamsir, juga turut diperiksa yakni, Daniel, pimpinan PT Andalas Sport dan Akmal
SE, Kasubag Keuangan Pemprov Riau,” terang Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau,
Mukhhzan SH kepada Riauterkini.com Senini siangnya.



Mereka diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan pakaian batik
Pemprov Riau, dengan tersangka Abdi Haro selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),
Garang Dibelani selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) dan RS, selaku
Direktur CV Karya Persada (rekanan proyek),” ujar Mukhzan.



Dijelaskan Mukhzan, Wan Syamsir Yus, mantan Sekdaprov Riau, diperiksa oleh Jaksa
Sumriadi, SH. Saksi Akmal, diperiksa oleh Jaksa Lasargi Marel SH,” tutup Mukhzan.



Seperti diketahui, setelah melalui tahap penyelidikan dan ditingkatkan ketahap
penyidikan. Terkait dugaan korupsi pengadaan pakaian batik Riau sebanyak 10 ribu
pasang di Pemprov Riau.



Akhirnya pihak Kejati Riau, menetapkan tiga tersangka, yang mana dua diantaranya
merupakan pejabat Setdaprov Riau yakni, Abdi Haro selaku Kuasa Pengguna Anggaran
(KPA) dan Garang Dibelani selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK). Sedangkan
satu tersangka lagi yakni, RS, selaku Direktur CV Karya Persada, yang merupakan
rekanan proyek.



Kasus ini bermula dari adanya laporan yang mengungkapkan, telah terjadinya
penyimpangan dana sebesar Rp4,35 miliar yang berasal dari APBD Perubahan Tahun
Anggaran 2012 untuk kegiatan pengadaan baju batik di Biro Perlengkapan Setdaprov
Riau.



Pada kegiatan tersebut ditemukan adanya penyimpangan tidak adanya Harga Perkiraan
Sendiri (HPS) dan tidak ditentukannya spek dan jumlah baju batik tersebut. Baju
batik itu hanya terealisasi sebanyak 7.000 pasang atau sekitar 70 persen.



Akibatnya, negara mengalami kerugian keuangan negara. dalam hal ini Pemerintah
Daerah Provinsi Riau.



Atas perbuatan ketiga tersangka. Ketiganya dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau
Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana
telah dirubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU
Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat
(1) ke-1 KUHP.***(har)


Beri
tanggapan
| Baca
tanggapan

Source Article from http://riauterkini.com/hukum.php?arr=81050&judul=Dugaan%20Korupsi%20Pengadaan%20Pakaian%20Batik,Mantan%20Sekdaprov%20Riau%20Penuhi%20Panggilan%20Penyidik

Koleksi Denim Indah yang Ramah Lingkungan Tersedia Mulai 2 … – Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Label busana high-street H&M akan merilis Conscious Denim, sbuah koleksi busana berbahan denim yang ramah lingkungan.

Disebut demikian karena dalam proses pembuatannya mengedepankan aspek berkelanjutan yang aman bagi lingkungan.  Pada proses pencucian misalnya, teknik yang diaplikasikan telah dikaji dampaknya pada penggunaan energi dan air.

“Kami sangat bersemangat untuk koleksi Conscious Denim di H&M. Di samping menggunakan bahan yang lebih berkelanjutan, kami bekerja keras untuk mengurangi dampak lingkungan dari proses pencucian. Koleksi ini mempunyai banyak pakaian yang indah, sehingga membuktikan bahwa keberlanjutan bisa disamakan dengan gaya yang indah,” ucap Helena Helmersson, Head of Sustainability H&M, dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, Kamis (18/9/2014).

Saat menciptakan Conscious Denim, H&M memakai kriteria dari konsultan denim Spanyol Jeanologia yang memiliki standar tertinggi dalam menciptakan denim yang ramah lingkungan.

Hasilnya adalah koleksi lengkap dengan potongan modern dalam nada warna indigo gelap. Bagi para wanita, Conscious Denim memiliki gaya esensial musim ini, dari jins skinny berpinggang rendah atau tinggi sampai potongan boyfriend (jins longgar berpotongan lurus dan digulung bagian bawahnya) sampai jins yang menyempit di pergelangan kaki.

Selain denim yang esensial ini, juga ada pakaian yang dibuat dari bahan conscious yang jatuhnya seperti denim, untuk menciptakan tampilan lengkap. Jins jogger (celana berpinggang karet dan dilengkapi karet di ujungnya) dalam bahan rajutan indigo memiliki kelembutan sweatpant, sedangkan boiler suit (baju dan celana panjang terusan) indigo dalam bahan Tencelr memiliki garis tegas dan ramping.

Bagi para pria, gaya klasik berkantung lima dengan raw denim (denim yang tidak mengalami proses pencucian) bergabung dengan jins dalam berbagai gaya dan tampilan wash. Seperti halnya dengan jaket denim warna indigo gelap, juga ada worker’s jacket dari bahan twill, sedangkan mantel wol indigo adalah pakaian lapisan luar yang sempurna untuk musim ini. Sementara itu untuk anak-anak tersedia beberapa model, seperti jins dan dungarees (celana yang menyatu dengan penutup dada), semuanya dalam bahan Conscious.

Koleksi ini akan tersedia 2 Oktober mendatang di toko H&M seluruh dunia. Sekitar 1.000 toko untuk pakaian wanita, 700 toko untuk pakaian pria, dan online shop. (Daniel Ngantung)

Source Article from http://www.tribunnews.com/lifestyle/2014/09/18/koleksi-denim-denim-indah-yang-ramah-lingkungan-tersedia-mulai-2-oktober

Dugaan Korupsi Pengadaan Baju Batik Pemprov Riau, Kejati Riau … – Riau Terkini

Rabu, 17 September 2014 15:07
Dugaan Korupsi Pengadaan Baju Batik Pemprov Riau,
Kejati Riau Periksa Pejabat dan Kontraktor

Kejati Riau memeriksa beberapa pejabat Pemprov Riau terkait dugaan korupsi pengadaan baju batik. Kasus ini diduga telah merugikan keuangan negara Rp4,35 miliar.

Riauterkini-PEKANBARU-Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati)
Riau, terus mendalami
kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian batik yang terjadi di Pemprov Riau.



Hari ini, Rabu (17/9/14), pihak kontraktor dan pejabat Pemprov Riau yang
diduga mengetahui pengadaan ini, jalani pemeriksaan di ruang penyidik pidsus.



Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Mukhhzan, SH kepada sejumlah wartawan mengatakan, hari ini tim penyidik kembali memeriksa kasus dengan tersangka Abdi Haro selaku Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA), Garang Dibelani selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) dan
RS, selaku Direktur CV Karya Persada (rekanan proyek).



“Mereka yang datang memenuhi panggilan penyidik menjalani pemeriksaan hari ini
adalah Agus Salim, Kasubag Pengadaan Pemeliharaan dan Jimmy Gunardi, Direktur
PT. Gajah Angkasa Perkara,” ujar Mukhzan.



Dua saksi lainnya yakni Rusli M. (mantan Kabiro Umum Provinsi Riau) dan
Audrey Jonathan (Direktur PT. Metro Adi Cita), tidak memenuhi panggilan. “Bagi yang tidak datang akan dilakukan pemanggilan ulang,” terang Mukhzan.



Seperti diketahui, setelah melalui tahap penyelidikan dan ditingkatkan ke tahap
penyidikan. Kasus ini bermula dari adanya laporan yang mengungkapkan, telah terjadinya
penyimpangan dana sebesar Rp4,35 miliar dari APBD Perubahan 2012 untuk pengadaan baju batik di Biro Perlengkapan Setdaprov Riau.



Pada kegiatan tersebut ditemukan adanya penyimpangan tidak adanya Harga Perkiraan
Sendiri (HPS) dan tidak ditentukannya spek dan jumlah baju batik tersebut. Baju
batik itu hanya terealisasi sebanyak 7.000 pasang atau sekitar 70 persen.



Akibatnya, negara mengalami kerugian keuangan negara. dalam hal ini Pemerintah
Daerah Provinsi Riau.



Atas perbuatan ketiga tersangka, ketiganya dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau
Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana
telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU
Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat
(1) ke-1 KUHP.***(har)


Beri
tanggapan
| Baca
tanggapan

Source Article from http://riauterkini.com/hukum.php?arr=80869&judul=Dugaan%20Korupsi%20Pengadaan%20Baju%20Batik%20Pemprov%20Riau,%20Kejati%20Riau%20Periksa%20Pejabat%20dan%20Kontraktor

Suka Koleksi Tas Branded – Jambi Ekspres

Suka Koleksi Tas Branded

78sosok Suka Koleksi Tas Branded   Jambi Ekspres

MENGOLEKSI barang-barang branded terkadang menjadi kebanggaan tersendiri bagi kaum wanita. Sama halnya dengan gadis cantik bernama lengkap Fivri Deviani. Gadis kelahiran Muaro Jambi, 3 Desember 1993 ini memiliki hobi mengoleksi barang branded seperti tas, sepatu, dan baju.

“Saya hobi mengoleksi barang-barang branded, ada tas, baju, sama sepatu,” ungkap gadis yang biasa disapa Pipi ini.

Ketika ditemui di kediamannya, di Valencia Blok H No. 3, Fivri mengaku paling hobi mengoleksi tas branded dengan merek Hermes, Louis Viton, dan Channel. Ia juga menambahkan, hobinya ini ia turunkan dari ibunya yang juga suka mengoleksi tas branded.

“Kalau koleksi barang aku paling suka sama koleksi tas, misalnya Hermes, LV, sama Channel, aku sama kaya mama, suka koleksi tas branded,” papar Fivri.

Sejauh ini, anak pertama dari pasangan Sudiono dan Sriwati ini telah mengoleksi sekitar 12 buah tas branded. Ia mengaku mendapatkan tas ini dari berbagai tempat baik melalui online shop maupun langsung mendatangi stockiest tas branded tersebut.

“Koleksinya sih belum banyak-banyak banget, paling sekitar 12 buah,” ujarnya. Ditanya mengenai harapannya, ia mengaku ingin membuka butik dan toko tas branded sendiri bersama ibunya nanti.

(mg07)

BERITA TERKAIT :


adv Suka Koleksi Tas Branded   Jambi Ekspres

0 Komentar :


Source Article from http://www.jambiekspres.co.id/berita-17976-suka-koleksi-tas-branded.html

Dugaan korupsi baju batik, mantan Setda Riau diperiksa jaksa – merdeka.com

<!–
POLLING PEMBACA : PARTAI PEMILU | CALON PRESIDEN

–>

Merdeka.com – Wan Syamsurius mantan Sekretariat Daerah (Setda) Propinsi Riau diperiksa Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (15/9). Hal tersebut, untuk melengkapi berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian batik Riau sebanyak 10 ribu pasang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan MH kepada merdeka.com mengatakan pemeriksaan tersebut terkait kebijakan dalam lelang kegiatan yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 4,35 miliar.

“Wan Syamsurius diperiksa bersama 4 pegawai Pemprov Riau lainnya, untuk melanjutkan penyidikan kasus Baju batik tersebut,” ujar Mukhzan.

Keempat orang lainnya yang diperiksa jaksa antara lain Mai Azwar selaku bendahara pengeluaran pembantu Pemprov Riau tahun 2012, Syamsanis selaku Bendahara Pengeluaran. Arba Atim selaku penyimpan barang serta Bobby sukriya selaku anggota panitia lelang pengadaan baju batik

“Kelima saksi yang kita periksa hari ini guna melengkapi berkas tiga tersangka, dan mencari indikasi tersangka lainnya,” terang Mukhzan.

Saat ditanya siapa yang bakal menyusul jadi tersangka, Mukhzan belum mau memastikannya. “Kita lihat saja nanti bukti-ibukti dan keterangan saksi melibatkan siapa saja,” jelas Mukhzan.

Mukhzan berharap penyidikan kasus tersebut sesuai target dalam penyelesaiannya. Serta membidik sasaran calon tersangka yang dinilai ikut terlibat. “Kita harapkan secepatnya, berkas perkara kasus ini dapat segera dirampungkan,” pungkas Mukhzan.

Untuk diketahui, setelah melalui tahap penyelidikan, akhirnya penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, telah meningkatkan kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian batik Riau sebanyak 10 ribu pasang, ke tahap penyidikan, dengan menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

Dua orang tersangka, yakni Abdi Haro selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Garang Dibelani selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK). Keduanya merupakan pejabat sejabat Setda Provinsi Riau. Dan seorang tersangka lagi, yakni berinisial RS, Direktur CV Karya Persada sebagai rekanan proyek.

Kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat perihal terjadinya penyimpangan dana sebesar Rp 4,35 miliar, yang berasal dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012, untuk kegiatan pengadaan baju batik di Biro Perlengkapan Setdaprov Riau.

Pada pelaksanaan kegiatan tersebut ditemukan adanya penyimpangan, antara lain tidak Harga Perkiraan Sendiri (HPS), tidak ditentukannya spek dan jumlah baju batik tersebut yang terealisasi hanya 7 ribu pasang atau sekitar 70 persen.

Akibatnya negara telah mengalami kerugian keuangan negara dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Riau. Penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



paging prev content Dugaan korupsi baju batik, mantan Setda Riau diperiksa jaksa   merdeka.com Dugaan korupsi baju batik, mantan Setda Riau diperiksa jaksa   merdeka.com

 Dugaan korupsi baju batik, mantan Setda Riau diperiksa jaksa   merdeka.com

paging next content Dugaan korupsi baju batik, mantan Setda Riau diperiksa jaksa   merdeka.com



Source Article from http://www.merdeka.com/peristiwa/dugaan-korupsi-baju-batik-mantan-setda-riau-diperiksa-jaksa.html

Bandung Kini Jadi Kiblat Busana Muslim Indonesia – Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM – Bandung, kota kembang nan kreatif dan terkenal dengan ragam kuliner dan pilihan destinasi belanja,  mulai mengubah haluan tren mode seiring dengan perkembangan tren di ranah mode Indonesia.

Dahulu, Bandung terkenal dengan rangkaian toko yang menawarkan jeans berkualitas, sejumlah distro dengan koleksi busana terkini untuk anak remaja, serta factory outlets yang penuh sejumlah produk sisa eksport masih layak guna. Kini, kota Paris di tanah Jawa ini memiliki magnet baru yang sangat menjanjikan dalam industri mode tanah air, yakni pusat busana muslim. 

Terbukti, saat dilaksanakannya Fashion Tendance 2015 oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) cabang Jawa Barat dengan tema ‘Estructura’ pada tanggal 11 September 2014 di Hotel Hilton, Bandung, pembagian porsi untuk pergelaran busana muslim terbilang cukup seimbang, yakni dengan menampilkan karya 10 perancang busana muslim yang tergabung dengan APPMI cabang Jawa Barat. 

Harry Ibrahim, selaku Ketua APPMI cabang Jawa Barat saat diwawancara pada konfrensi pers acara Estructura mengatakan, “Baju muslim untuk Jawa Barat paling kuat rasanya untuk se-Indonesia. Terbukti perancang busana muslim di Indonesia paling banyak di Jawa Barat, dan hijabers di Jawa Barat komunitasnya kuat,”

Lalu, Pasar Baru di Bandung yang terkenal menjadi pusat busana muslim di Bandung, kata Harry, menjual dalam partai besar untuk para pedagang asal Malaysia, sampai-sampai transaksi pun dilakukan dengan mata uang Ringgit.

“Jangan salah kalau kita ke Kuala Lumpur, beli pakaian busana muslim, itu buatan Pasar Baru,” terangnya sambil berkelakar. 

Selain itu, Jawa Barat juga memiliki ciri khas busana muslim yang membedakan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, khususnya yang tergabung dalam APPMI.

Menurut pantauan Kompas Female selama berada di Bandung, memang benar bahwa busana muslim berhasil memikat hati para pelancong untuk berbelanja. Contoh sederhana seperti yang terjadi di beberapa factory outlet yang berlokasi di jalan Riau, yang dulu berfokus menjual busana konvensional, sekarang mulai menambahkan koleksi-koleksi busana muslim.

Jika ingin lebih puas dalam segi kualitas dan model beragam, sederetan butik di jalan Buah Batu wajib Anda kunjungi untuk menambah koleksi busana muslim. Sebab, sejumlah koleksi dari perancang terkenal Indonesia hadir di sana. Terakhir, pilihan busana muslim murah meriah bisa Anda temukan di  daerah Pasar Baru.

Semoga saja harapan semua kalangan menjadikan Indonesia sebagai pusat mode busana muslim di tahun 2020, dapat menjadi kenyataan. Salah satunya bisa dimulai dengan samarak pilihan busana muslim pada sejumlah butik dan gerai di Jawa Barat, khususnya Bandung. (Silvita Agmasari)

Source Article from http://www.tribunnews.com/lifestyle/2014/09/14/bandung-kini-jadi-kiblat-busana-muslim-indonesia

Paris van Java Mantap Jadi Pusat Busana Muslim Tanah Air – KOMPAS.com

0802202up2date780x390 Paris van Java Mantap Jadi Pusat Busana Muslim Tanah Air   KOMPAS.comARSELAN GANIN/UP2DATE para desainer Up2Date

KOMPAS.com - Bandung, kota kembang nan kreatif dan terkenal dengan ragam kuliner dan pilihan destinasi belanja,  mulai mengubah haluan tren mode seiring dengan perkembangan tren di ranah mode Indonesia.

Dahulu, Bandung terkenal dengan rangkaian toko yang menawarkan jeans berkualitas, sejumlah distro dengan koleksi busana terkini untuk anak remaja, serta factory outlets yang penuh sejumlah produk sisa eksport masih layak guna. Kini, kota Paris di tanah Jawa ini memiliki magnet baru yang sangat menjanjikan dalam industri mode tanah air, yakni pusat busana muslim.

Terbukti, saat dilaksanakannya Fashion Tendance 2015 oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) cabang Jawa Barat dengan tema ‘Estructura’ pada tanggal 11 September 2014 di Hotel Hilton, Bandung, pembagian porsi untuk pergelaran busana muslim terbilang cukup seimbang, yakni dengan menampilkan karya 10 perancang busana muslim yang tergabung dengan APPMI cabang Jawa Barat.

Harry Ibrahim, selaku Ketua APPMI cabang Jawa Barat saat diwawancara pada konfrensi pers acara Estructura mengatakan, “Baju muslim untuk Jawa Barat paling kuat rasanya untuk se-Indonesia. Terbukti perancang busana muslim di Indonesia paling banyak di Jawa Barat, dan hijabers di Jawa Barat komunitasnya kuat,”

Lalu, Pasar Baru di Bandung yang terkenal menjadi pusat busana muslim di Bandung, kata Harry, menjual dalam partai besar untuk para pedagang asal Malaysia, sampai-sampai transaksi pun dilakukan dengan mata uang Ringgit.

“Jangan salah kalau kita ke Kuala Lumpur, beli pakaian busana muslim, itu buatan Pasar Baru,” terangnya sambil berkelakar.

Selain itu, Jawa Barat juga memiliki ciri khas busana muslim yang membedakan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, khususnya yang tergabung dalam APPMI.

Menurut pantauan Kompas Female selama berada di Bandung, memang benar bahwa busana muslim berhasil memikat hati para pelancong untuk berbelanja. Contoh sederhana seperti yang terjadi di beberapa factory outlet yang berlokasi di jalan Riau, yang dulu berfokus menjual busana konvensional, sekarang mulai menambahkan koleksi-koleksi busana muslim.

Jika ingin lebih puas dalam segi kualitas dan model beragam, sederetan butik di jalan Buah Batu wajib Anda kunjungi untuk menambah koleksi busana muslim. Sebab, sejumlah koleksi dari perancang terkenal Indonesia hadir di sana. Terakhir, pilihan busana muslim murah meriah bisa Anda temukan di  daerah Pasar Baru.

Semoga saja harapan semua kalangan menjadikan Indonesia sebagai pusat mode busana muslim di tahun 2020, dapat menjadi kenyataan. Salah satunya bisa dimulai dengan samarak pilihan busana muslim pada sejumlah butik dan gerai di Jawa Barat, khususnya Bandung.


Source Article from http://female.kompas.com/read/2014/09/14/110000020/Paris.van.Java.Mantap.Jadi.Pusat.Busana.Muslim.Tanah.Air

Manfaatkan Sisa Kain Batik, Raup Untung Puluhan Juta – Okezone



vrcOnkic1b Manfaatkan Sisa Kain Batik, Raup Untung Puluhan Juta   Okezone
Manfaatkan Sisa Kain Batik, Raup Untung Puluhan Juta (Foto: Rizkie/Okezone)

JAKARTA – Batik, semua tentu orang tentu tidak asing dengan kain satu ini. Dari tua hingga anak-anak memakainya. Namun, lain dulu lain sekarang, batik beberapa tahun lalu hanya digunakan dalam acara-acara tertentu saja, dan yang menggunakannya pun hanya orang-orang tua.

Seiring dengan berjalannya waktu, serta maraknya klaim dari negara lain tentang batik, maka pemerintah menggalakkan penggunaan batik menjadi pakaian wajib perkantoran, sehingga baju batik saat ini menjadi pakaian yang bisa dilihat dalam keseharian.

Melihat peluang yang ada, kini para pelaku bisnis mulai mencari inovasi atau ide gagasan baru lainnya untuk melestarikan kain batik. Bosan dengan kain batik yang hanya dijadikan baju ataupun tas, kini kain batik digunakan untuk membuat aksesoris lainnya. 

Berawal dari hobinya mengumpulkan batik, Maharsi Anindyajati atau disapa Nina akhirnya memilih untuk membuka butik meskipun saat itu hanya kain batik saja yang dijualnya, namun melihat peluang, kain batik tersebut akhirnya dibuat menjadi tas dan sepatu.

Kecintaannya terhadap kain Indonesia, membuat wanita yang berprofesi sebagai pengajar dan psikolog ini membuka butik yang bernama Raiya Butik. Butiknya tersebut menjual kain, sepatu, tas, hingga aksesoris. Salah seorang marketing Raiya Butik, yakni Sarah menceritakan proses penjualan kain batik hingga berinovasi menjadi aksesoris.

“Awalnya 2010, kita hanya menjual kain batik, lalu customer kita ada yang minta dibuatkan sepasang dari mulai baju, tas, sepatu, dan sandal. Dari situ akhirnya kita menerima custom,” ungkap Sarah kepada Okezone.

Semenjak kain batik dianggap menjadi salah satu tren, maka masyarakat berbondong-bondong menggunakannya. Peluang ini tentu saja dilihat juga oleh para pebisnis lainnya yang menggunakan tren batik ini untuk membuka bisnis.

Seolah tak kehabisan ide, pada 2014 dirinya mengembangkan sisa kain batik untuk dijadikan tali jam tangan, tempat HP, tempat make up, tas kecil, dan lain-lainl. Inovasi tersebut dilakukan selain memanfaatkan bahan sisa, juga untuk menghadapi persaingan.

“Awalnya 2014, karena sayang daripada kebuang, lebih baik kita manfaatkan saja sisa kain batiknya. Itu juga awalnya saat pameran,” katanya.

Untuk harga jual tas batiknya, dipatok dari Rp375 ribu hingga jutaan. Harga tas tergantung dari bahan dan tingkat kesulitan dalam pembuatan tas.

“Tergantung kombinasi tasnya, kalau batik tulis dan kombinasi kulit bisa lebih mahal. Kalau sepatu harga yang dibanderol bisa Rp275 ribu hingga. Rp450 ribu,” jelasnya.

Proses pembuatan tas, bisa hingga dua minggu, untuk satu kain batik, bisa digunakan untuk dua hingga tiga tas. Untuk model, pihaknya menerima custom dari pelanggannya.

“Kita bisa kalatog, jadi bisa pesan sesuai keinginan, kadang kita jual paket, seperti tas dan sepatu dengan kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 jutaan,” sambung dia.

Untuk pemasaran, hingga saat ini memang masih banyak di dalam negeri. Namun, tak jarang ada satu hingga lima yang melakukan pemesanan ke Singapura, Amerika, Malaysia, dan Hongaria. (rzk)









Source Article from http://international.okezone.com/read/2014/09/12/455/1038197/manfaatkan-sisa-kain-batik-raup-untung-puluhan-juta