Ketika Busana Muslim Indonesia Masuk Pentas Amerika Serikat – CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia
Setelah peristiwa 9/11, Amerika Serikat memendam trauma dan ketakutan tersendiri terhadap umat Islam yang tinggal di negaranya. Beberapa diskriminasi akibat agama pun mulai merebak.

Tak terkecuali dengan perempuan. Bahkan, tak jarang ditemukan umat Muslim takut mengenakan jilbab karena adanya tekanan sekitar.


Sayangnya, kebanyakan warga menyamaratakan pemikiran Islam, yaitu yang kaku dengan pakaian hitam. Berusaha membalik paradigma ini, sebuah label pakaian Muslim bernama Elzatta Hijab memberanikan diri untuk memamerkan rancangan mereka di salah satu pusat mode dunia, New York, Amerika Serikat.

Peragaan busana ini merupakan bagian dari rangkaian acara diskusi keberagaman agama yang digagas oleh Nusantara Foundation pada 29-31 Mei mendatang. Peragaan busana sendiri akan diselenggarakan pada 30 Mei malam. Mengundang berbagai tokoh lintas agama dari berbagai agama dalam satu forum, Elzatta Hijab ingin memperkenalkan pakaian Muslim yang modern.

“Umumnya orang mengenal Muslim itu seperti membayangkan kaku, keras, seperti wajah Islam Timur Tengah. Di Indonesia, ternyata wajah Islam salah satunya terlihat melalui fesyen yang sangat berbeda dari apa yang dibayangkan,” ujar Elidawati selaku Direktur Bezaya Group, induk perusahaan Elzatta Hijab, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (25/5).

Elzatta Hijab akan memamerkan 24 baju Muslim perempuan rancangan Ina Binandari. Inspirasi koleksi kali ini adalah tren mode yang kini sedang berkembang di New York.

“Selain budaya Indonesia, mode di New York juga menjadi inspirasi yang tidak pernah habis untuk digali. Inspirasi warnanya sendiri dari archipelago. Styling, cutting, desain itu model New York. Saya perhatikan fashion on street New York tanpa meninggalkan Syari,” tutur Ina.

Dalam jumpa pers, ada empat baju yang ditampilkan. Keempat baju ini dianggap cukup mewakili keseluruhan model koleksi kali ini.

“Warnanya sunrise, earth tone, dan nature. Cutting simple dan tidak bisa ke mana-mana. Islam itu simple, indah, cantik. Kami kombinasikan dengan kerudung,” ucap Ina.

Pada baju pertama, Elzatta memadukan jilbab merah dengan atasan crop cokelat muda berbahan sifon. Untuk menutupi bagian perut, dipasangkan bahan kaos berwarna oranye. Rol berwarna cokelat tua melebar hingga menutupi mata kaki.

Dalam salah satu rancangannya, Ina juga memadukan sifon dengan santung. Atasan santung berwarna hijau lemon berpotongan crop bagian depan dan memanjang ke belakang, dipadukan dengan bagian dalam kemeja sifon oranye muda. Bawahan rok berwarna krem pun dibiarkan menjuntai hingga mata kaki.

Sentuhan modern sangat terlihat pada salah satu baju panjang berwarna oranye. Kain pada bagian dada mengembang hingga membentuk lengan di kiri dan kanan.

Tak hanya dengan rok, Ina juga bereksperimen menggunakan celana. Salah satu pakaiannya berwarna burgundi dengan lengan panjang. Memanjang hingga lutut, baju tersebut dipadukan dengan celana berwarna bronze. Namun, warna hijab yang dipilih adalah perpaduan toska dan pink.

Dengan koleksi ini, Ina mengaku siap tampil di hadapan sekitar 300 peserta kongres Nusantara Foundation.

(mer/mer)

Source Article from http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150525145539-277-55533/ketika-busana-muslim-indonesia-masuk-pentas-amerika-serikat/

Pamit Kerja, Pulang Tak Bernyawa – Samarinda Pos

SAMARINDA. Pamit kerja, seorang pemuda bernama Arip (24) malah kebablasan. Arip justru ditemukan mertuanya Ngasiman (50), sudah tewas tergantung di lorong dapur kos-kosan yang selama ini ditempati bersama anak dan istrinya, sekitar pukul 08.00 Wita kemarin.
Kejadian itu sontak membuat geger warga Jalan Sebulussalam, Gang Gunung Sari 2, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir.
Saat ditemukan Ngadiman pertama kali, leher Arip terjarit tali nilon biru, sementara ujung tali lain terikat di kasau plafon. Di sekitar buruh bangunan itu ditemukan kursi plastik merah. Diduga kursi itulah dipakai Arip untuk mengikat tali ke plafon, kemudian dijeratkan ke leher untuk kemudian dia menggantung.
“Pagi itu sekitar pukul 07.00 Wita, dia (Arip, Red) ada ke rumah dan pamit kerja. Dia selalu pamit kalau mau kerja,” ujar Ngasiman.
Jarak antara kos yang ditempati Arip bersama istrinya Dwi (24) dan seorang anak balitanya, Adelia (3) dengan kediaman Ngasiman kurang lebih 50 meter.
Setelah itu baru Dwi datang dan ikut pamit bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Setiap hari Dwi dan Arip selalu ke rumah Ngasiman, untuk menitipkan buah hati mereka karena kesibukan bekerja.
Sejam kemudian setelah Arip pamit, Ngasiman yang bekerja sebagai pemulung hendak mencari nafkah melintas di depan kos yang disewa anak dan mantunya. Ketika itu Ngasiman merasa curiga.
“Saat itu saya melihat motor yang biasa dipakainya bekerja masih ada di depan kos. Tidak biasanya seperti itu,” terang Ngasiman.
Penasaran dan ingin mencari tahu, Ngasiman pun mengetuk kos-kosan yang saat itu pintunya tertutup. Karena tak ada jawaban, Ngasiman masuk.
Saat itu mata Ngasiman langsung terbelalak. Arip sudah menggantung mengenakan baju putih, beberapa meter dari kamar yang ditempatinya selama ini.
Ngasiman pun panik dan berteriak minta tolong tetangganya untuk menurunkan tubuh Arip. Berupaya memberikan pertolongan kepada mantunya, Ngasiman pun buru-buru melarikan Arip ke RS Islam.
Sayangnya saat diperiksa tim medis, ternyata Arip sudah tak bernyawa lagi. Kejadian itu terlambat dilaporkan ke polisi. Anggota Polsekta Samarinda Ilir tahu setelah Arip berada di rumah sakit.
Sejumlah anggota polisi mendatangi rumah sakit untuk memeriksa kondisi Arip, kemudian mendatangi lokasi tempat Arip ditemukan menggantung untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara.
“Selama ini mantu saya orangnya pendiam dan tertutup. Dia bicara seperlunya saja,” ungkap Ngasiman.
Selama ini rumah tangga Dwi dan Arip juga terbilang rukun. Keduanya tak pernah cekcok. Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono, melalui Kanit Reskrim Ipda Dedi Setiawan membenarkan seorang warga di lingkungan kerjanya ditemukan tewas gantung diri.
“Korban ditemukan tergantung. Kami masih melakukan penyelidikan. Istrinya (Dwi, Red) belum bisa diminta keterangan, karena masih syok,” kata Dedi.
“Kami berupaya menelusuri motif hingga korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri,” kata Dedi lagi. (rm-3/rin/upi)

Source Article from http://www.sapos.co.id/berita/detail/Rubrik/9/56344

Pria Beristri Babak Belur – Samarinda Pos

MUARA BUNGO. Masrizal (27), warga Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal babak belur setelah dihajar massa karena kedapatan mencuri celana dalam (CD) wanita yang tergantung di jemuran belakang sebuah rumah di Jalan Teuku Umar tepatnya didepan Rumah Sakit Umum H.Hanaffi Bungo, Jumat (22/5) sekitar pukul 11.30.
Sholeh (45), seorang saksi mata saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian berawal saat Masrizal datang menggunakan sepeda motor berniat makan sate yang mangkal di depan sebuah rumah yang berada di depan rumah sakit. Setelah makan Masrizal pergi ke belakang rumah pura-pura ingin buang air kecil.
Setelah cukup lama, Masrizal tidak kunjung keluar dari belakang rumah tersebut. Setelah keluar, di dalam baju yang dikenakan Masrizal terlihat seperti ada yang disembunyikan. Hal ini membuat warga setempat merasa curiga terhadap Masrizal, lalu menanyakan apa yang disembunyikannya tersebut.
Saat ditanya Masrizal hanya diam dan tidak mau menjawab pertanyaan warga. Kecurigaan warga menjadi bertambah dengan kelakuan Masrizal. Akhirnya warga menggeledah dan membuka baju Masrizal, ternyata CD wanita sebanyak 25 helai dengan bentuk dan warna yang berbeda diselipkan di sekeliling pinggang celana.
Mengetahui Masrizal baru mencuri jemuran tersebut, warga menjadi berang dan menghajar pelaku hingga babak belur. Beruntung petugas kepolisian ada yang melintas waktu kejadian dan berhasil mengamankan pelaku dan dibawa ke Satreskrim Polres Bungo.
Kasat Reskrim Polres Bungo melalui Kanit Krimum Ipda Reska saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini Masrizal sudah diamankan di Mapolres Bungo. Dari pengakuan pria yang sudah beristri dan mempunyai anak satu ini saat diinterogasi, dia mengaku mengidap kelainan seks. Masrizal mengakui kalau perbuatannya mencuri CD wanita sudah dilakukannya semenjak dia kecil, dan CD tersebut dicurinya untuk dicium saat melakukan onani.
“Saat ini pelaku sudah kami amankan berikut barang bukti. Dari pengakuan pelaku, dia memiliki kelainan seks. Pelaku mencuri celana dalam wanita dan sudah dilakukannya dari kecil untuk dicium saat melakukan onani” ujar Reska. (hnd/jpnn/nin)

Source Article from http://www.sapos.co.id/berita/detail/Rubrik/10/56270

Dua Rumah Diterjang Banjir Lumpur – Samarinda Pos

TARAKAN. Hujan yang mengguyur tanah bukit di RT 14, Kelurahan Juata Laut sejak Rabu malam (20/5) hingga Kamis pagi membuat longsor dan menghantam dua rumah warga. “Tiba-tiba tanah pasir bercampur lumpur masuk dari belakang rumah. Habis semua tilam dan perabotan tertimbun,” kata Lukas Serang, (60), kepada pewarta sambil membersihkan beberapa peralatan rumah tangga miliknya. Hampir setengah rumahnya sudah tertimbun tanah. Hanya menyisakan ruang tamu kecil yang juga dipenuhi lumpur.
Di lokasi yang tak jauh dari rumah milik Lukas, sebuah rumah hanya menyisakan atap. Di antara suara tangis anaknya yang seolah rewel karena kedinginan, Simon Kende (35) menuturkan kejadian longsor yang meratakan tempat tinggalnya pagi hari itu. Tak seberuntung Lukas, sekitar pukul 06.00 Wita, suara gemuruh diiringi getaran yang kemudian menerjang dapur membuatnya ia dan keluarganya terbangun.
“Masih hujan juga pagi itu, jadi kami masih tertidur. Waktu longsor sudah kena di dapur, baru kami terbangun dan menyelamatkan diri,” terang Simon menjelaskan.
Ia dan keluarga yang tinggal di rumah bernomor 220 tersebut tak lagi sempat menyelamatkan harta benda di dalam rumah. Rumah berbahan kayu milik Simon pun tak lagi mampu menahan material longsor. “Tidak ada yang bisa kami selamatkan selain nyawa kami. Baju, buku-buku anak saya, perabotan dan kendaraan bermotor satu-satunya juga ikut tertimbun,” tutur Simon yang sehari-hari bekerja sebagai penggali pasir dan baru setahun tinggal di rumah yang kini tertimbun lumpur.
Kini ia dan keluarganya menumpang tinggal di rumah tetangga. Tak banyak yang bisa dia lakukan selain memilah material bangunan yang masih layak digunakan. Harapan Lukas dan Simon saat ini adalah bantuan dari pemerintah melalui instansi terkait agar beban yang mereka alami bisa sedikit ringan.
Ditambahkan warga lain, Yunus (42), kejadian kala itu tercatat ada 11 titik daerah yang alami longsor. Salah satu bangunan lain yang juga tertimpa longsoran ialah sebuah kandang milik warga. Kandang yang biasa digunakan untuk pembesaran ayam pedaging jenis broiler tersebut terdiri dari dua bangunan. Beruntung satu bangunan tidak tertimbun, namun satu bangunan nyaris tak dapat dibedakan. “Sulit kalau mau ke sana, medannya berlumpur. Jalanannya juga jauh,” kata Yunus. Belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugian yang dialami warga. Warga RT 14 khawatir jika hujan kembali melanda.
PETANI SAYUR JUGA GAGAL PANEN
Hujan yang melanda kawasan Juwata Laut Kamis (21/5) pagi, tak hanya menyebabkan sejumlah bangunan ambruk. Banjir yang melanda kawasan perbukitan tersebut juga memporak porandakan akses jalan satu-satunya yang digunakan warga sehari-hari. Terhitung, ada sekitar 11 titik longsor yang hingga kini terlihat di punggung bukit dan bukan tidak mungkin material longsor yang tergerus air hujan akan tumpah ruah ke dalam aliran sungai.
Akibatnya bisa dipastikan sungai meluap karena dangkal oleh material pasir dan banjir pun tak dapat dihindari. Bagi warga di RT 14, musibah banjir memang sudah sering terjadi. Tapi, banjir yang terjadi kemarin berbeda.
“Baru kali ini banjir besar begini mas. Dan rata-rata longsor di bukit yang terjadi kali ini adalah titik baru. Karena air tertambat di atas karena material longsor, semacam bendungan begitu. Waktu air meluap langsung menerjang kuat arusnya,” terang Yunus, (42), yang sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir di daerah tersebut.
Mayoritas warga yang tinggal di RT 14 bekerja sebagai penambang pasir dan kerikil. Ada ratusan warga menggantungkan diri dari jenis pekerjaan tersebut. Namun, di antaranya juga ada yang bekerja sebagai petani dan penggarap kebun sayur.
Ketua RT 14, Lukas yang saat itu sedang di lapangan bersama warga memperbaiki jembatan yang tergerus air banjir menyebutkan, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan perihal bencana.
“Dari kejadian banjir dan longsor ini ada tiga bangunan termasuk kandang ternak ayam yang rusak parah dan rata dengan tanah. Termasuk akses jalan utama dan juga jembatan penghubung ini hampir semuanya rusak karena tergerus air banjir. Kami mengupayakan semaksimal mungkin untuk penanganan cepat dengan bergotong-royong memperbaiki akses jalan dan jembatan yang rusak agar bisa dilalui warga,” terang Lukas.
Bantuan dari pemerintah memang belum diterima warga sampai detik ini, namun pihaknya mengaku sudah melaporkannya ke pihak kelurahan, kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan yang turun serta meninjau langsung lokasi bencana.
“Mungkin masih dalam proses tentang pelaksanaan pemberian bantuannya. Dan kami juga sudah mengimbau kepada warga sekitar agar waspada, karena curah hujan masih tinggi dan bisa saja terjadi hal di luar perhitungan kita,” imbuh Lukas seraya menyebut, banjir besar kemarin merupakan kejadian kali pertama dalam kurun 20 tahun.
Di lokasi lain, Simon Rande (50) yang sehari-hari bekerja sebagai petani sayur dan palawija menyebutkan, selama kurun waktu 10 tahun ia menjadi petani sayur di lokasi dekat Jembatan Kuning, Juwata Laut, musibah banjir besar kemarin  memang baru kali ini terjadi. Tak hanya merendam empat petak kebun sayur terong dan kemangi miliknya (tinggal tunggu waktu panen) banjir juga menghancurkan empat petak sayur siap berproduksi di antaranya gambas, buncis dan paria.
“Biasanya memang banjir, tapi tidak seperti sekarang ini. Paling-paling sampai gundukan pematang saja, tapi kali ini air merendam hingga pucuk pohon terong, cabai dan kemangi. Hasilnya ya ini, terong busuk semua karena lumpur,” terang Rande sambil memperlihatkan terong siap panen yang mulai membusuk akibat terandam air banjir.
Menurut Rande ada kemungkinan banjir besar kali ini akibat aliran sungai di hilir dibelokkan arahnya. Sehingga arah arus air tidak bisa lancar dan tertambat.
“Dulu sungai di bawah sana kan lurus, tapi karena ada penimbunan jalan sungai dibelokkan arahnya, jadi mungkin arus air tidak bisa langsung mengalir dan tertahan di tukungan sungai itu,” kata Rande.
Ia juga menjelaskan saat banjir Kamis pagi, banyak pengendara kendaraan bermotor yang terpaksa mengantre karena takut menyeberangi arus air yang cukup deras. (doo/asm/kpnn/nin)

Source Article from http://www.sapos.co.id/berita/detail/Rubrik/15/56282

Model Bajunya Dicontek untuk Diproduksi Massal, Uni Harmita Ikhlas – Tabloidbintang.com




TABLOIDBINTANG.COM –

BUSANA-busana butik Latifa di ITC Kuningan dikenal memiliki material berkualitas dan model yang tidak pasaran dengan kisaran harga mulai dari 180 ribu rupiah hingga 900 ribu rupiah.

Uni Harmita memegang peran dari urusan memilih bahan, merancang model pakaian, hingga menangani penjualan di butik.

Model busana terbaru Latifa biasanya dirilis tiga bulan sekali. Untuk mendukung produksi busana juga menjaga kualitas produknya, Uni memiliki konveksi dengan lima penjahit. 

Uni berani menjamin, Anda tak akan mendapatkan baju-baju dengan model dan kualitas seperti yang dijual Latifa di toko lain. Produk Latifa hanya ada di butiknya, bahkan ia tidak tertarik membuka toko daring.

“Kalaupun ada yang sama di luar, pasti hanya sama modelnya saja, tapi berbeda kualitasnya,” jelas Uni. 

Jika banyak pedagang di ITC yang mengambil barang dagangan dari Tanah Abang, sebaliknya banyak pedagang Tanah Abang yang membeli baju-baju Latifa untuk dijual kembali.

“Kadang ada pedagang yang beli baju-baju Uni, lalu dia buat model yang sama secara massal untuk dijual lagi. Ya, enggak apa-apa, Uni enggak merasa tersaingi. Rezeki sudah ada yang mengatur. Lagi pula pelanggan-pelanggan Uni pasti sudah tahu seperti apa kualitas baju Uni,” bilangnya.

(riz/gur)




 Model Bajunya Dicontek untuk Diproduksi Massal, Uni Harmita Ikhlas   Tabloidbintang.com







Source Article from http://www.tabloidbintang.com/articles/gaya-hidup/Fashion/22292-model-bajunya-dicontek-untuk-diproduksi-massal-uni-harmita-ikhlas

MOC Kembali Jajaki Panti Asuhan Di Makassar – Fajar

FAJAR ONLINE, MAKASSAR - March Owner Club (MOC) kembali melakukan aksi sosial dengan berbagi sembako di panti asuhan. Rencananya, Anggota komunitas March Owner Club (MOC) yang juga merupakan perkumpulan sesama marketing mobil Nissan March ini akan melakukan bakti sosial (Baksos) akan mendatangi Panti asuhan Hikmah di jl.kakatua 2. Tercatat jumlah anak panti asuhan itu sekitar 50 orang. Komunitas khusus perempuan marketing mobil inj akan mendatangi panti asuhan tersebut, minggu 24 mei.

“Langkah seperti ini sudah sering kami lakukan. Ini sebagai bentuk kepedulian MOC kepada lembaga sosial seperti panti asuhan,” kata Kordinator MOC yang sering disapa Yeyen, Sabtu malam 23 Mei.

Komunitas perempuan yang berdiri sejak 2013 lalu ini rencananya akan membawakan anak panti seperti pakaian bekas dan sembako lainnya. ” Kita mau bawain makan siang, bawain sembako, baju-baju bekas dan uang tunai,” tambah Yeyen. (taq)

Source Article from http://fajar.co.id/olahraga/otomotif/2015/05/23/moc-kembali-jajaki-panti-asuhan-di-makassar.html

Gara-Gara Warisan, Makam Ayah Dibongkar Sang Anak – Harapan Rakyat Online

Gara Gara Warisan Makam Ayah Dibongkar Sang Anak 380x200 Gara Gara Warisan, Makam Ayah Dibongkar Sang Anak   Harapan Rakyat Online

Ilustrasi. Photo : Ist/ Net

Berita Unik, (harapanrakyat.com),-

Melanie Nash, warga New Hampshire, Amerika Serikat terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian setempat. Gara-garanya, Melanie menggali dan membongkar kuburan milik ayahnya Eddie Nash, untuk mencari ‘surat wasiat’.

Gara Gara Warisan Makam Ayah Dibongkar Sang Anak Gara Gara Warisan, Makam Ayah Dibongkar Sang Anak   Harapan Rakyat Online

Dilansir dari dailymail.co.uk, Sabtu (23/05/2015), Melanie mengaku sengaja membongkar kuburan ayahnya yang meninggal pada tahun 2004. Dia mengira akan mendapatkan surat wasiat asli yang mungkin tertinggal di baju sang ayah.

Pengadilan setempat memutuskan, Melanie terlibat dalam aksi empat kompolotan yang berencana membongkar lemari besi milik Eddi Nash yang tersimpan di Colebrook dan mengambil isinya.

Aksi Melanie ternyata dipicu lantaran warisan yang dia dapatkan dinilai terlalu sedikit. Dia mengira masih bisa mendapatkan harta kekayaan yang lain milik ayahnya. (Deni/R4/HR-Online)

Source Article from http://www.harapanrakyat.com/2015/05/gara-gara-warisan-makam-ayah-dibongkar-sang-anak/

Meretas dan Memeras, Staf Kedubes AS di London Ditahan – Pikiran Rakyat

ATLANTA, (PRLM).- Staf kedutaan besar AS di London, Inggris ditahan dan dituding meretas dan mencuri foto milik sejumlah palajar dan mahasiswi lewat komputernya di gedung Kedubes AS di Inggris, London.

Ayah satu anak, Michael C. Ford, asal Alpharetta, Georgia, meretas komputer para korban yang termuda berusia 18 tahun. Dia mencuri sejumlah foto sensual para korban dan mencoba memeras mereka.

Pihak berwenang menahan Michael di Bandara Internasional Hartfield Jackson, Atlanta, AS pekan lalu.

Pada satu kasus, dia seolah-olah pegawai Google yang mencoba mendapatkan kata kunci. Pada kesempatan lain dia mengaku sebagai pencari bakat.

Di antara wanita yang jadi korban adalah usia 18 tahun dari Kentucky dan berusia 22 tahun dari Illinois.

Dalam satu contoh, Michael mengatakan seorang wanita tak dikenal yang mengeluhkan akunnya diretas dia. Pelaku mengatakan dia tidak bersalah dan akan mengirimkan foto-foto wanita itu jika melapor ke polisi, menurut petugas kriminal.

Jaksa mengatakan, Michael, yang lulus dari St Pius X SMA Katolik pada tahun 1997, kemudian mengancam untuk mengirim foto secara daring, kecuali perempuan memenuhi tuntutannya, seperti permintaan bahwa mereka membuat video perempuan lainnya membuka baju.

Dalam satu pos-el, ia menulis: “Aku ingin kau memvideo gadis dalam ruang ganti (dari gym nya). Jika Anda tidak melakukannya, saya mengirim rincian dan gambar untuk semua orang.” (dailymail/A-88)***

Source Article from http://www.pikiran-rakyat.com/luar-negeri/2015/05/23/328284/meretas-dan-memeras-staf-kedubes-di-london-ditahan

Polisi Bakal Jemput Paksa ‘Anak Asuh’ Mucikari RA – Tribunnews

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan pemanggilan saksi kasus prostitusi online yang dijalankan tersangka Robbie Abbas alias RA (32).

Semula pemeriksaan dijadwalkan pada Jumat (22/5/2015) ini. Namun, saksi yang termasuk dalam daftar nama 200 orang anak asuh RA itu beralasan tidak dapat hadir karena sibuk bekerja.

Oleh karena itu, penyidik mengancam akan melakukan penjemputan paksa terhadap saksi baru tersebut supaya dapat diperiksa oleh pihaknya.

Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Surawan mengatakan, penjemputan paksa bisa saja dilakukan oleh pihaknya jika sampai saksi baru tidak mengindahkan panggilan sebanyak dua kali tanpa memberikan alasan yang jelas.

“Saksi baru bisa dijemput (paksa,-red). Kalau sudah dua kali menolak tanpa alasan yang jelas. Kami berikan surat teguran. Kalau masih sama, kita bisa jemput,” ujar AKBP Suryawan saat dihubungi, Jumat (22/5/2015).

Dia menjelaskan, pemeriksaan dan meminta keterangan saksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara. Sehingga tidak seharusnya saksi baru itu menolak pemanggilan pihaknya.

“Hari ini jadwalnya melakukan pemeriksaan saksi baru untuk melengkapi berkas kasus pristotusi,” ujarnya.

Sampai saat ini, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait kasus prostitusi yang diduga melibatkan artis dan model.

Mereka yaitu, RA, selaku mucikari PSK, AA, selaku wanita yang menjadi binaan RA, dan saksi ketiga yang merupakan polisi, namun enggan di sebut identitasnya itu.

Source Article from http://www.tribunnews.com/nasional/2015/05/22/polisi-bakal-jempuk-paksa-anak-asuh-mucikari-ra