Lebaran ala Ririn Ekawati – Ghiboo.com – The Real Lifestyle and Entertainment Portal

Ririn cerita baju seragam dan menu lebaran

Ririn Ekawati 1 Lebaran ala Ririn Ekawati   Ghiboo.com   The Real Lifestyle and Entertainment Portal

Sebulan sudah umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. Tiba saatnya merayakan hari kemenangan. Berbicara tentang lebaran, setiap keluarga mempunyai beragam tradisi yang berbeda termasuk, keluarga aktris Ririn Ekawati.

Ririn menceritakan bahwa mulai dari malam sebelum lebaran, tepatnya di malam takbiran, biasanya ia sibuk merapihkan rumah dan mendesainnya dengan bunga. Lalu saat lebaran tiba, ia dan keluarganya selalu mengenakan seragam sama pada saat merayakan lebaran. Hal ini sudah seperti tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari keluarganya.

“Kami [aku, anakku, mamah, dan adikku] biasanya di rumah pakai baju seragam. Tahun ini jadi lebih spesial karena adik aku baru menikah dengan orang Korea dan kebetulan suaminya mualaf, jadi tahun ini harus nyari baju koko yang kompak dengan baju muslim kami para perempuan cantik di rumah,” ujar mantan istri dari Edwin Abeng ini kepada Ghiboo.

Perempuan kelahiran Balikpapan, Indonesia, 11 November 1982 ini menambahkan, seusai melakukan sholat Ied, dia pun melakukan tradisi sungkem, setelah itu berkunjung ke tempat orangtua mantan suaminya bersama sang putri [Jasmine Salsabila Abeng].

“Aku habis sholat ied, sungkem dulu sama mamah karena papahku sudah meninggal. Abis itu makan sedikit menu lebaran dan bersilahturahmi bersama anakku ke rumah neneknya,” lanjutnya dengan sumringah.

Lalu menu apa saja yang menjadi santapan andalannya bersama keluarga tercinta saat merayakan lebaran? Ririn pun tak sungkan berbagi cerita makanan khas yang selalu ada di rumahnya saat hari kemenangan itu tiba.

“Menu lebaran di rumah aku unik, dan aku yakin jarang ditemuin di Jakarta. Ada soto banjar, cotto Makassar, dan guras. Oh iya ketupat juga ada, tetapi di keluarga aku doyannya pakai kuah kari. Kuah karinya bukan yang kental seperti kari pada umumnya, dan ini semua bukan aku yang masak, cuma bantu-bantu sedikit aja,hehe…,” ceritanya sembari berkelakar.

Selain makanan berat, perempuan yang sedang merintis usaha merangkai bunga ini ternyata mempunyai kue khas yang langsung dipesannya dari keluarga di Palu, Sulawesi Tengah. Namanya kue Kurma.

“Untuk kue lebaran, aku pesan kue Kurma buatan tante aku di Palu. Baru dikirim biasanya 3 hari menjelang hari raya biar rasanya nggak berubah. Di Jakarta itu jarang ada kue Kurma, itu kue dimasukin ke dalam gula dan bagian dalamnya  di isi kacang, kalau mau tau yuk main ke rumah aku,” tutupnya sembari mengumbarkan senyuman khasnya. «[teks @boyMALI | foto @bagusdimsum]

Source Article from http://www.ghiboo.com/2014/07/28/lebaran-ala-ririn-ekawati/

Airin Bawa Anak di Rutan KPK Berlebaran Bareng Suami – JPNN.com





JAKARTA – Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, menyambangi kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (28/7).


Airin merayakan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah bersama suaminya, Tubagus Chaeri Wardhana, yang ditahan di Rutan KPK karena tersandung kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK).


Seperti yang dilansir RM Online (Grup JPNN.com), Airin tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Wanita berkerudung itu tampak mengenakan baju gamis putih. Dia terlihat memboyong anak perempuannya yang juga memakai pakaian warna senada.


“Dikasih waktu (oleh KPK) hari ini saja. Jadi Selasa dan Kamis tidak bisa besuk. Jadi baru bisa besuk Senin, minggu depan,” kata Airin.


Dalam kesempatan ini, Airin terlihat tak membawa tentengan. Tak lupa dia juga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada masyarakat.


“Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan Minal Aidzin Wal Faizin,” tandasnya. (ald/rmol)


Source Article from http://www.jpnn.com/read/2014/07/29/248807/Airin-Bawa-Anak-di-Rutan-KPK-Berlebaran-Bareng-Suami-

Makin Bergaya, Tetap Syar’i – Kaltim Post

SELAYAKNYA rancangan fashion konvensional, tren busana perempuan muslim mengalami pergantian gaya yang cepat saat ini. Tahun ini, desain yang masih digandrungi cenderung minimalis dan simpel. Warna-warna pastel nan cerah pun jadi andalan. Meski minim detail, tampilan pakaian tetap modis dan elegan.

Menurut Medi dan Dewi Halim, kakak beradik pemilik beberapa butik ini menyebut gamis syar’i kini sedang banyak dilirik. Gaun panjang dan longgar dilengkapi kerudung lebar dengan warna senada yang praktis dikenakan.

“Model seperti ini justru sesuai syariah Islam. Benar-benar menutup aurat tanpa menonjolkan lekuk tubuh. Baju ini juga nyaman digunakan karena kain yang digunakan jenis sifon dan jersey Korea,” jelas Medi.

Mengingat suhu udara di Samarinda panas, pakaian yang menimbulkan rasa gerah, panas, dan membatasi ruang gerak memang perlu dihindari. Perlu memilih bahan yang dingin, lembut di kulit, dan bisa menyerap keringat.

Dewi menyebut, tren gamis syar’i tahun ini tak lepas dari pengaruh banyaknya artis ibu kota yang mengenakan baju serupa. Contoh saja seperti busana yang dipakai Olla Ramlan saat menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.

“Baju yang dipakai Olla simpel dan sederhana. Model gamis syar’i dengan detail tambahan lace, bahan renda brokat,” ucap Dewi.

Dewi mengatakan masyarakat di Samarinda memang gampang terpengaruh dengan model pakaian yang dipopulerkan para artis. Belum lagi bila busana tersebut hasil karya desainer ternama. Untuk koleksi baju muslimah, ucapnya, karya Ria Miranda, Dian Pelangi, Iva Latifah, dan lain-lain selalu dicari pembeli.

Source Article from http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/87537-makin-bergaya-tetap-syari.html

Ade Fitria Sechan, Baju, dan Berlin – Ghiboo.com – The Real Lifestyle and Entertainment Portal

Ade Fitria bicara tentang aktifitas dan kota favorit

Ade Fitria Sechan dan Sandhy Sondoro Ade Fitria Sechan, Baju, dan Berlin   Ghiboo.com   The Real Lifestyle and Entertainment PortalBerbincang dengan Ade Fitria Sechan serasa seperti berbincang dengan kawan lama. Istri dari Sandhy Sondoro ini, selain manis, ternyata juga seorang wanita yang ramah. Setiap kisah yang ia tuturkan -mulai dari Jumma Kids hingga liburan di taman Berlin- mengalir dengan menyenangkan.

Dalam kesempatan bincang-bincang dengan Ghiboo, pada Kamis lalu, perempuan yang kini lebih segar dengan potongan rambut pendek ini datang bersama sang suami.

Mengenakan busana kasual, kedua sejoli yang telah dikaruniai seorang anak ini tetap terlihat mesra dan kompak, seolah begitu kental chemistry di antara mereka berdua.

Nah, G-Readers, ingin tahu kisah-kisah yang dituturkan oleh mantan presenter pada era 90-an ini? Simak perbincangannya berikut:

sekarang kabarnya sedang fokus di clothing line untuk anak [Jumma Kids], sejak kapan sih?
Awalnya kan’ founder dari Jumma Kids ini saudara aku yang tinggal di Bandung. Setelah beberapa kali berhubungan sama mereka, aku ditanya, mau nggak ikutan kerja. Untuk aku sih, ya why not kerja di rumah sambil ngurus anak

[Jumma Kids yang mulai dibuat pada September 2013 tersebut merupakan sebuah lini busana untuk anak-anak yang cukup nyaman dengan desain yang unik dan keren, harga terjangkau. Pemilihan nama Jumma didasarkan pada kemudahan kata tersebut untuk didengarkan, dilafalkan, dan diingat untuk sebuah brand].

pangsa pasar dari Jumma Kids ini, anak usia berapa?
Dari sembilan bulan, hingga tujuh tahun.

Tapi Jumma Kids hanya menyediakan kaos saja ya. Jadi desainnya nggak terlalu kiddy ataupun girly. Konsep kita T-shirt with cool print. Namun memang ada rencana buat mengembangkan desain untuk celana, sweater, dll.

promonya paling gencar di mana?
Kita berjualan online melalui Twitter, Facebook dan Instagram. Tapi cuma di Instagram aja udah ok lho [saat ini follower dari @jummakids mencapai 10.000 dalam kurun waktu enam bulan].

Jadi untuk konsep toko Jumma Kids ini, paling hanya ada di Bandung, atau bazaar-bazaar tertentu seperti di PVJ misalnya. Kalau untuk Jakarta, kita belum punya toko khusus, tapi Jumma Kids tersedia kok di Goods Dept.

Ade Fitria Sechan 4 Ade Fitria Sechan, Baju, dan Berlin   Ghiboo.com   The Real Lifestyle and Entertainment Portaltadi kan’ cerita kalau selain mengurus Jumma Kids, Ade juga sibuk mengurus anak. anak-anaknya umur berapa sih?
Yang paling gede, Raafi, umurnya sekarang sepuluh tahun, yang cewek, Kiandra, umurnya tujuh tahun, dan yang paling kecil, Aeshan, itu sekarang enam belas bulan.

kan Sandhy sibuk menyanyi, gimana cara ngaturnya biar bisa beraktifitas bareng-bareng?
Sesibuk-sibuknya Sandhy sih, dia tetep meluangkan waktu buat keluarga. Cuma kalau dia lagi sibuk banget [dengan proyek musik], kita yang ke studio. Anak kedua dan ketiga saya memang suka banget sama musik, so they enjoy it. Kalau yang pertama, dia sukanya main game, atau main sama teman-temannya dan anaknya Sarah [Rajata].

Tapi kalau lagi nggak main ke studio, paling sih nonton sama anak-anak. Sebenarnya aku sih lebih suka ngajak anak piknik ke taman, sayangnya di sini, untuk piknik di taman yang bagus aja harus bayar, dan macet pula untuk bisa ke sana. Kalaupun ada yang free, biasanya nggak aman, kayak ayunannya keropos, atau udah berkarat.

[menghela nafas] nah, beberapa waktu yang lalu kita sekeluarga kan sempet liburan ke Jerman selama dua minggu [Jerman adalah kampung halaman kedua Sandhy karena penyanyi ini sempat tinggal selama 16 tahun di sana]. Di sana hampir tiap hari deh kita ke taman, bawa makanan, tidur di atas selimut. Mainan-mainannya selain aman karena terbuat dari kayu, bentuknya juga macem-macem dan gede-gede banget.

wah, asyik banget deh. waktu di Jerman kemarin, ngomong-ngomong, ke kota mana aja?
Kita sih cuma ke Berlin aja, sekalian Sandhy bernostalgia, ketemu teman-teman dia. Selain itu Sandhy juga nunjukkin tempat-tempat “ngamen” dia waktu masih di Berlin dulu. Anak pertama dan keduaku kan, dari pernikahan sebelumnya.

Jadi [perjalanan] ini seperti lebih mengenalkan anak-anak kepada Sandhy, dan juga memperkenalkan anak-anakku sama negara luar. Aku sih ada keinginan untuk menyekolahkan anak-anak di luar negeri.

Ade Fitria Sechan 6 Ade Fitria Sechan, Baju, dan Berlin   Ghiboo.com   The Real Lifestyle and Entertainment Portal[kendati Raafi dan Kiandra merupakan buah pernikahan Ade dengan suaminya terdahulu, tetapi kedua anak ini dekat dengan Sandhy. Pelantun lagu "Sabtu Minggu" itu pun juga sangat dekat dan sayang kepada mereka berdua]

hmm, soalnya, kuliah di luar lebih murah, hanya biaya hidupnya saja ya yang cukup mahal…
Masalah biaya hidup sih, sebenarnya tergantung kita kok. Kayak waktu saya di New York dulu, saya sekolah sekalian kerja di sana. Jadi nggak bergantung pada kiriman dari orang tua. Mau dollar naik atau turun, ya nggak masalah…

Waktu kita liburan ke Berlin kemarin, bisa lho [biayanya] murah meriah. Kita memang nggak ke permainan anak yang heboh, paling ya ke taman aja. Makan berlima pun cuma habis sepuluh euro [sekitar enam puluh hingga tujuh puluh rupiah]. Murah banget kan, sama kayak di sini. Hanya saja warung di Berlin bersih [tertawa].

kalau boleh tahu, dulu tinggal di New York berapa lama?
Aku di sana dari SD sampai SMA, terus pindah ke Jakarta. Tapi setelah itu balik lagi ke sana untuk kerja, selama tiga tahunan, di perusahaan diesel dan butik. Jadi yah, aku lumayan tahu pasar dari baju-baju, serta fashion.

sempet tinggal di kota/negara mana aja, sih? dan mana yang paling favorit?
Aku sempet tinggal di London, Pennsylvania, dan New York. Aku kurang nyaman di Pennsylvania, karena it’s too small. Dan secara pribadi nggak suka di London karena orang-orangnya dingin dan rasis. Muka aku kan hampir kayak orang Pakistan, jadi aku sering dipanggil “hey, Pakist!”.

There’s nothing wrong with being Pakistani, tapi ya rasis aja manggil dengan suku gitu, semisal yang anak-anak dari Jepang, dijuluki, “Japs”, atau yang dari China, diberi julukan “Chine”. I felt a lot of racism there.

Sementara itu, aku bener-bener seneng tinggal di New York. Mereka memang speak loud [suka bicara dengan berteriak], tapi orang-orangnya nggak rasis. Cuma emang for loving New York, you have to be such New-Yorker. Beberapa orang mungkin nggak nyaman tinggal di New York, kayak orang-orang yang terbiasa tinggal di San Francisco misalnya.

Nah, Berlin itu, mirip-mirip deh sama New York.

Ade Fitria Sechan 5 Ade Fitria Sechan, Baju, dan Berlin   Ghiboo.com   The Real Lifestyle and Entertainment Portaloh ya, sekarang ini, Ade ada kesibukan lain selain mengurus anak dan Jumma Kids?
Nggak ada, karena aku nggak berani meninggalkan anak-anak. Di rumah emang ada asisten rumah tangga, tetapi cuma untuk bantu-bantu aja. Yang masak, mengurus Aeshan, tetap aku. Kecuali kayak sekarang ini, soalnya kalau bawa Aeshan, dia suka nggak bisa diam [seraya menirukan suara-suara bayi ala Aeshan].

Aeshan ini, suka musik. Pernah kan nemenin Ayahnya [latihan menyanyi]. Waktu ayahnya lagi diem, dia ambil mic, sambil menyanyi tatata…tatata. Denger suara drum pun, dia langsung joged lho.

Kalau Kiandra sendiri, dia anaknya cenderung nyeni. She is a dreamer, suka nge-dance dan mimicin’ juga. Setiap kali lihat ayahnya nyanyi, dia selalu kepingin. Tapi Keandra ini sensitif banget anaknya. Kalau dia nonton plesetannya Sandy Sondoro, dia suka marah, dan bilang “aku nggak suka mereka ngomong begini”.

Terus, dia nangis lho, waktu liat video klip “Tak Pernah Padam” [lagu ini khusus dibuat Sandhy untuk Ade]. ‘Kan di sana, aku jadi model video klip, dan ceritanya aku ninggalin Sandhy. Dia takut, dan bilang “aku nggak mau liat mama pergi ninggalin Ayah…”. Semenjak saat itu, dia nggak mau lihat video klip itu lagi.

kalau suatu saat anak-anak pengen masuk dunia hiburan, dibolehin, nggak?
Kita nggak memaksa anak-anak untuk jadi artis. Sekarang kan, banyak ya anak seniman yang nongol di televisi, jadi artis, tapi nih apa sih [tidak jelas fokus dan bakat mereka]. Sandhy penginnya, kalau anak-anak memang nanti pengin jadi penyanyi, ya fokus.

Hang out with musician, cari tahu banyak tentang dunia musik, dan jangan les, karena kalau les, kita bakal terlalu berpatokan sama guru dan nggak punya ciri khas. Belajar piano dan gitar juga, biar bisa bikin musik sendiri….« [teks @intankirana | foto @bagusdimsum]

Sophia Muller Ade Fitria Sechan, Baju, dan Berlin   Ghiboo.com   The Real Lifestyle and Entertainment Portal

Source Article from http://www.ghiboo.com/2014/07/28/ade-fitria-sechan-dari-baju-hingga-berlin/

Warga Muslim Melbourne Bersiap Sambut Lebaran, Senin – Pikiran Rakyat

MELBOURNE, (PRLM).- Umat Muslim di Melbourne, Australia, bersiap merayakan akhir Ramadan, Idulfitri, yang akan berlangsung hari Senin (28/7/2014). Suasana penyambutan Idulfitri mulai terlihat di daerah Brunswick dan Coburg di sepanjang Sydney Road, di Melbourne utara.

Dalam pemantauan ABC di sebuah supermarket halal yang terbilang besar di Sydney Road, Madina, setidaknya penjualan sudah meningkat dua kali lipat pada bulan ramadan ini. Tampak ramai pengunjung memborong berkilo-kilogram daging mentah untuk diolah menjadi jamuan buka puasa ataupun guna merayakan Idulfitri.

Menurut pemilik toko daging ini, salah satu favorit pelanggan pada periode Idulfitri ini adalah tika atau potongan daging domba yang kemudian sering dipanggang dan disajikan bersama sayur-sayuran.

Tidak hanya belanja makanan, rupanya budaya muslim di Australia juga memiliki kebiasaan serupa ketika menyambut Idulfitri yaitu berbelanja baju baru. Biasanya, pada periode mendekati Idulfitri, toko perhiasan emas di sepantaran jalan yang memang banyak penduduk Muslimnya ini, dipadati oleh pengunjung yang ingin membeli perhiasan dan baju baru.

Hal yang sedikit berbeda dari budaya Idulfitri di Indonesia adalah cara setiap orang merayakan hari besar ini.

Ali seorang supir taksi yang berasal dari kawasan Kalara di India mengaku tidak mempunyai rencana spesial untuk lebaran. Menurut dia, lebih mementingkan melakukan ibadah shalat di masjid dan mungkin setelahnya menghabiskan waktu bersama teman dan kemudian pulang.

“Karena keluarga saya masih di India, saya mungkin akan langsung pulang setelah shalat,” katanya kepada Rama Adityadarma, peserta magang pada ABC International.

“Mungkin saya akan berkunjung ke rumah teman dan berbincang, namun tidak ada rencana pesta,” tambah Ali lagi.

Menurutnya, Ali biasanya merayakan Idulfitri dengan keluarga ketika dia masih berada di India. Pada hari raya ini, biasanya Ali dan keluarga merayakan dengan menyantap makanan tradisional puri (roti yang terbuat dari gandum) dan Biryani (nasi tradisional India).

Menurut dia, pada bulan suci ini, mereka lebih sering memakan makanan manis untuk berbuka puasa dan juga pada hari lebaran.

Berbeda dengan Ali, Ifdal merayakan bulan Ramadan ini tidak hanya bersama keluarga namun juga bersama teman temannya yang non-muslim.

Terlepas dari itu, Ifdal mengaku masih dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Ifdal mengaku bahwa meskipun terkadang susah menjelaskan tentang kepercayaan Islam kepada teman temannya seperti konsep halal dan sebagainya, Ifdal mengaku mendapatkan pengertian dan penghormatan yang cukup tinggi dari teman-temannya.

“Orang-orang mulai mengert, apa yang kami lakukan ini bukanlah sesuatu yang aneh, hanya berbeda.”

Ifdal yang semenjak lahir sudah berada di Australia ini mengaku tidak pernah mendapatkan kendala ketika menjalani ibadah maupun ketika menjalani bulan Ramadan di Australia.

Menurut dia, orang orang di sekitarnya sangatlah pengertian dan membantu ketika mereka harus beribadah seperti pada Idulfitri ini.

Masyarakat Indonesia sendiri yang tinggal di Melbourne akan menyelenggarakan shalat Ied di beberapa tempat di seputar kota Melbourne. Salah satu yang sudah ditetapkan sebagai lokasi adalah di Brunswick Indoor Stadium, Brunswick. (abc/A-88)***

Source Article from http://www.pikiran-rakyat.com/node/290865

Peruntungan Teuku Wisnu Berbisnis di Luar Bidang Entertainment – Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM – Selagi muda, Teuku Wisnu ingin mencoba peruntungan di luar dunia hiburan. Penghasilannya diinvestasikan untuk membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Setelah restoran Sushi Miyabi yang ia kelola bersama teman-temannya sukses berjalan, kini Wisnu dan ayah mertuanya (Mark Sungkar) membangun perusahaan di bidang desain interior dan garden.

Selain melihat potensi yang masih terbuka luas, Wisnu pribadi memang mencintai lingkungan yang alami. Saat membangun rumah yang kini ia tempati bersama Shireen, ia sengaja menyisakan halaman belakang yang lebih luas.

Ia juga menerapkan taman vertikal untuk menyulap kesan yang lapang. Rupanya hobi Wisnu ini menular ke sahabat dekatnya. Saat berkunjung dan melihat halaman tersebut, mereka minta dibuatkan bentuk serupa (interior taman).

“Ini, kan, peluang juga. Karena ada kepercayaan dari beberapa teman, akhirnya sekarang sudah merambah ke bisnis yang serius,” imbuhnya.

Manisnya bisnis pun semakin membuat Wisnu getol melebarkan sayap bisnisnya. Ia juga mencoba berbisnis baju koko di bulan Ramadan ini. Wisnu join dengan Irwansyah (kakak iparnya sekaligus suami Zaskia Sungkar).

“Alhamdulillah, meskipun bentuknya bisnis online  responnya sangat bagus. Kalau beli banyak lebih murah lagi, lo,” ujarnya berpromosi.

Bukan itu saja, salah satu aktivitas terbarunya bersama Shireen, mereka sibuk mengelola toko online  baru bertajuk Gerai Hawa. Wisnu berujar ia banyak berdiskusi dengan Irwansyah soal baju koko dengan desain yang terkini dan bisa dipakai sepanjang masa. “Banyak orang butuh baju koko yang simpel dan bisa dipakai ke mana saja. Lelaki juga perlu baju tersebut untuk ke kantor, rapat, acara-acara tertentu.” Gerai Hawa sendiri lahir dengan mengusung sebuah konsep khimar syar’i dan koko yang unik dengan desain yang sederhana di tengah industri busana muslim yang kian ramai.

Dalam membantu suaminya, Shireen meyakini kerja kantoran menjadi hal baru baginya. Maklum, sebelumnya perempuan kelahiran 28 Januari 1992 ini dikenal eksis di layar kaca sejak usia 13 tahun.

Lalu akankah Shireen meninggalkan dunia akting yang selama ini telah membesarkan namanya tersebut? “Iya untuk sementara ini. Jujur saja selama kehamilan ini aku benar-benar enggak mood  untuk menjalani syuting. Maunya kerja kantoran saja, ha.. ha.. ha.. Kalau ditanya apakah aku kangen dengan syuting, ya kangen. Dulu, aku dikenal sebagai yang paling rajin buat syuting, tapi sekarang boro-boro. Membayangkan harus syuting lagi itu rasanya capek banget. Apalagi kalau harus stripping,  kan, ada titik jenuhnya juga. Cuma enggak menutup kemungkinan untuk nanti ke depannya aku akan syuting lagi, namun enggak dalam waktu dekat ini,” ujar Shireen dengan senyumnya yang khas.

Caroline Pramantie, Erni Koesworini 

Source Article from http://www.tribunnews.com/seleb/2014/07/27/peruntungan-teuku-wisnu-berbisnis-di-luar-bidang-entertainment

GKR Pembayun Pimpin Prosesi Tumpak Wajik – Kedaulatan Rakyat

YOGYA (KRJogja.com) – Kraton Yogyakarta menggelar upacara atau prosesi Tumplak Wajik, bertempat di kompleks Ndalem Kemagangan Kidul, Kraton Yogyakarta Sabtu (26/07/2014) sore. Tumplak Wajik merupakan tanda dimulainya pembuatan Gunungan sebagai bentuk hajad dalem atau sedekah raja dalam upacara adat Garebeg Syawal setiap hari raya Idul Fitri.

Dipimpin langsung oleh Putri Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun, prosesi Tumplak Wajik diawali dengan pembunyian lesung oleh para abdi dalem. Setelah perkakas kayu yang menjadi alas Gunungan Putri selesai disiapkan, satu tenggok besar wajik (makanan dari ketan dan gula jawa) lalu ditumpahkan ke dasar gunungan tersebut.

Sejumlah ‘mbok mban’ atau abdi dalem putri lalu nampak melumuri sisi luar dasar gunungan dengan Singgul, sejenis parem yang terbuat dari ramuan rempah berupa Dlingo Bengle dan Kunir. Mereka lantas mendandani gunungan Putri tersebut dengan baju berupa jarik dan selendang layaknya seorang manusia.

Begitu prosesi selesai, puluhan masyarakat sekitar yang telah memadati kompleks Kemagangan Kidul sejak siang langsung berebut sisa Singgul gunungan. Mereka melumuri tangan dan leher mereka sebagai bagian dari tradisi ngalap berkah dengan harapan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Sejumlah sejaji yang juga telah disiapkan sejak awal acara seperti tundun pisang, makanan anak anak, ayam jago, hingga kinang dan daun sirih juga tak lulut dari warga.

“Ada sebanyak 7 buah gunungan yang dibuat. Nanti seluruh gunungan ini akan disedekahkan kepada rakyat dalam upacara Garebek Syawal pada Selasa (29/07/2014) mendatanh. Karena Kraton akan lebaran pada Selasa,” kata GKR Pembayun yang tampak mengenakan kebaya warna hijau muda. (M-1)
 

Source Article from http://krjogja.com/read/224548/gkr-pembayun-pimpin-prosesi-tumpak-wajik.kr

Baju Bersih, Hemat Listrik, dan Sehat dengan Mesin Cuci Roda – Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Cuci Baju, olahraga, dan hemat listrik adalah 3 konsep yang dapat Anda jumpai dalam mesin cuci roda ini. Dengan mekanisme kerja seperti roda yang biasa digunakan hamster untuk berlari, mesin ini menyalurkan energi kinetik dari hasil berlari di roda itu pada mesin cuci yang dibangun menjadi bagian dari roda tersebut.

Konsep alat ini dibuat oleh Si Hyeong Ryu yang berasal dari Korea. Desain ini dibuat untuk kompetisi Electrolux Design Lab 2014. “Roda ini adalah gabungan antara alat olahraga dan mesin cuci untuk menghemat listrik,” ucap Ryu.

Ketika berolahraga dengan alat ini, Anda bisa juga menonton film atau klip musik karena alat ini disertai dengan display. Jika ingin menggunakan mesin cuci ini tanpa tenaga dari hasil Anda berlari di treadmill, mesin ini dapat digunakan dengan tenaga yang didapat dari cahaya matahari.

Wheel Washing Machine 0714 2 Baju Bersih, Hemat Listrik, dan Sehat dengan Mesin Cuci Roda   Liputan6.com

Tema dari kompetisi Electrolux yang dimenangkan oleh Ryu ini adalah `The Home of Tomorrow`. Ryu adalah lulusan desain produk dari Samsung Art and Design School yang kini bekerja freelance.

Wheel Washing Machine 0714 1 Baju Bersih, Hemat Listrik, dan Sehat dengan Mesin Cuci Roda   Liputan6.com

(Irna Gustiawati)

Source Article from http://lifestyle.liputan6.com/read/2083511/baju-bersih-hemat-listrik-dan-sehat-dengan-mesin-cuci-roda

Staf Programming Web Crows Denim – Tribunjogja.com

LIMITED SHOP (CROWS DENIM) merupakan perusahaan online yang bergerak di bidang industri kreatif, khususnya clothing. Dengan sistem online kami memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para customer dalam membeli baju tanpa harus mencari di toko. Limited Shop didirikan di Yogyakarta pada tahun 2010, saat ini Limited Shop telah menjadi salah satu perusahaan online terpercaya di Indonesia yang memiliki berbagai brand. Di dukung dengan tim yang ahli, kreatif, dan terlatih kami berupaya untuk membuktikan pada dunia bahwa transaksi online di Indonesia dapat dipercaya.

Jika Anda berani menerima tantangan, kreatif, percaya diri, berwawasan luas, memiliki komitmen dan siap kerja, ayo buruan gabung menjadi bagian tim kerja profesional di Limited Shop sebagai staf Web Programmer!

Kualifikasi:
-Cowok/Cewek usia 18-30 tahun (sedang tidak kuliah)
-Domisili Yogyakarta
-Pendidikan terakhir minimal SMK/SMA
-Bersedia di kontrak 2 tahun
-Menguasai Bahasa pemograman web PHP-CSS-HTML
-Penggunaan database Mysql
-Bisa menggunakan framework
-Bisa CMS pada system online (Drupal-Joomla-dll )
-Mempunyai cita rasa design
-Ada laptop/netbook
-Bersedia bekerja di kantor pd shift pukul 10.00-19.00 wib

Tanggungjawab:
1. Membuat website
2. Maintenance website
3. Optimasi SEO

Benefit :
1. Gaji pokok, tunjangan, dan bonus
2. Bimbingan internet marketing

Cara melamar ada 2, silakan pilih salah satu:
1. Kirim via email CV, Foto diri terbaru & Portofolio ke hrdcrows@gmail.com, ketik WP pada subject email.
2. Antar lamaran langsung beserta FC KTP, FC ijazah terakhir, FC transkrip nilai ke kantor LIMITED SHOP (CROWS DENIM), di Seven House, Jl. Sukun Gg. Cempaka no.103B, Karangbendo, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55198 (Barat Jembatan Layang Janti, 150 Selatan SMA BOPKRI BANGUNTAPAN). Hotline: 087738915438.

Hanya kandidat yang sesuai dengan kualifikasi yang akan dipanggil untuk seleksi selanjutnya.

Source Article from http://jualbeli.tribunnews.com/lowongan-kerja/1573662/staf-programming-web-crows-denim