Soal Seragam, Ombudsman Panggil Kepala SMA 1 dan 12 Padang – Haluan

PADANG, HALUAN—Om­budsman akan memanggil Kepala SMA 1 dan SMA 12 Ko­ta Padang, terkait pe­ngaduan masyarakat me­ngenai dugaan peny­a­lah­gunaan wewenang dalam pengadaan baju seragam yang dijual di atas harga pasar.

“Pemanggilan per­min­taan klarifikasi dilak­sanakan Senin (6/7) bertempat di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar),” ungkap Adel Wa­hidi Asisten Bidang Pen­cegahan Ombudsman Sum­bar, Jumat (3/7).

Ia mengatakan, pe­nga­duan disampaikan oleh ke­lompok masyarakat yang me­­nyebut diri mereka seba­gai pedagang seragam seko­lah Pasar Raya Pa­dang. Pe­nga­duan tersebut juga ter­kait dengan surat edaran Dinas Pendidikan Kota Pa­dang yang mewajibkan sis­wa-siswi memakai baju ta­luk balango dan baju ba­siba untuk tahun ajaran baru.

Tapi dari pemeriksaan dokomen yang dilakukan terlihat belum ada anjuran ataupun pemaksaan untuk diadakan atau dibeli di se­kolah, lagipula pengaduan yang sama juga sedang dita­nga­ni oleh DPRD Kota Pa­dang.

“Kendati demikian se­telah ini, tidak tertutup kemungkinan Kepala Di­nas Pendidikan akan kita mintakan juga pen­jela­san­nya,” ulasnya.

Sebaliknya sesuai dengan pengaduan masyarakat, pe­nga­daan justru di kelola oleh Kepala Satuan Pendidikan atau Kepala Sekolah melalui Koperasi. Namun menurut pengakuan pedagang, saat mendaftar ulang orangtua justru dihadapkan pada do­kumen jual beli seragam yang di dalamnya sudah ada jenis seragam, harga dan kwitansi.

Keterangan tersebut di antaranya, tiga stel baju ditambah baju batik, koko dan taluk balango serta atri­but sekolah yang harganya mencapai Rp880.000,- / siswa. “Malah menurut kete­rangan Pelapor, uang baju itu harus di bayar lunas dan menjadi syarat mendaftar ulang” tegas Adel.

Soal pengadaan baju oleh satuan pendidikan aturannya sebenarnya jelas, menurut pasal 181 Peraturan Pe­merin­tah No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pen­di­di­kan dengan tegas melarang sa­tuan pendidikan menjual pakaian seragam ataupun bahan pakaian seragam di Sekolah.

Bisa saja sekolah mem­bantu pengadaan baju se­ragam, tapi harus di kelola oleh unit usaha sekolah se­per­ti koperasi sekolah. Na­mun dengan syarat tidak boleh dipaksa, dan tidak dikaitkan dengan Pe­ne­ri­maan Siswa Baru (PSB), tidak dikaitkan dengan pen­daf­taran ulang, harga re­latif harus sama dengan harga pasar, dan mem­beri­kan keringanan pada yang tidak mampu.

“Pemanggilan di­mak­sudkan untuk me­min­ta pen­jelasan Kepala Se­ko­lah ter­kait aduan masyarakat ter­sebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA N 1 Nukman mengatakan untuk pem­belian baju seragam dise­rahkan sepenuhnya pada ko­perasi, dan pengelolaannya bersifat independen. Mes­kipun pembinanya berasal dari guru-guru di sekolah SMA 1, namun tetap tidak ada campur tangan dari kepala sekolah dalam me­ngurusi berapa biaya baju dan yang lainnya.

“Tidak ada penawaran dan sebagainya yang dila­kukan pihak sekolah saat anak melakukan pen­daf­taran ulang, apalagi pena­waran harga diatas harga pasar. Saya juga belum ada mengumpulkan orangtua murid untuk mem­per­bin­cangkan soal pakaian se­kolah ini,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan ber­sedia jika memang ada pe­manggilan dari Om­buds­man, dan ia juga ber­sedia akan mebawa pengelola ko­perasi untuk memberikan keterangan nantinya. namun ia juga meminta untuk ber­temu secara bersama dengan pihak yang memberikan laporan tersebut, karena sejauh ini untuk PSB online belum ada membicarakan soal seragam sekolah.

“Kalau ada orangtua yang mendaftarkan anaknya dan meminta tolong belikan seragam, baru koperasi akan membelikan. Selain itu har­ganya tetap tidak ada di atas harga pasar,” pungkasnya. (h/rel/mg-rin)

Comments (0)comment add Soal Seragam, Ombudsman Panggil Kepala SMA 1 dan 12 Padang   Haluan





busy Soal Seragam, Ombudsman Panggil Kepala SMA 1 dan 12 Padang   Haluan

Source Article from http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/41633-soal-seragam-ombudsman-panggil-kepala-sma-1-dan-12-padang

Gegara Mikirin Beli Baju Lebaran, Ayah Ini Ketangkul Curi Tabung … – DNA Berita


MEDAN | DNA – Tersangka Sucipto Purba (32) warga Dusun V Kampung Tangsi Desa Bangun Bandar Kec. Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara akhirnya harus berlebaran dipenjara gara-gara ia nekat mencuri tabung gas yang rencannya mau membeli baju lebaran anak.


Cerita yang diterima media online ini Jumat (03/06/2015) menyebutkan awalnya Selasa kemarin, tersangka digelandang ke Mapolres Tebingtinggi, saat ketahuan usai mencuri 4(empat) buah tabung gas LPG 3 Kg kosong  dari sebuah warung nasi milik Lina(42) di kawasan Jl. P.Sumbawa lk III Kel.Persiakan Tebingtinggi.


Kejadian terjadi, saat subuh, ketika Lina berbelanja ke Pasar Gambir. Kedai nasipun  ditinggal kosong dan tidak terkunci.  Sementara, Edi Sunarno (44), suami Lina tidur di kamar yang berada persis dibelakang warung nasi mereka.


Sekira Pukul 07.00 Wib Lina  kembali ke rumah. Pertengahan jalan, hanya berjarak 200 meter, Lina mengaku sempat berpapasan dengan pelaku yang membawa 4 tabung gas di. Atas sebuah betor


Tidak curiga, Lina terus berlalu menuju warung. Saat itu, 4 buah tabung gas sudah tak berada ditempat. Lina bergegas membangunkan Edi yang masih tertidur. Linapun menceritakan bahwa, tabung gas mereka hilang dicuri tersangka yang sempat berpapasan dengannya.


Mengenderai sepeda motor, pasutri itu berupaya mencari pelaku yang telah berlalu. Tak kenal menyerah, keduanya terus mengitari dua  sentra pasar, yaitu Pasar Sakti, dan pasar Gambir.


Upaya membuahkan hasil. Saat di mengitari berbagai sudut pasar Gambir, Lina melihat Sucipto yang tengah memegang 4 buah tabung gas simelon hijau miliknya. Sucipto dipegang dan digiring ke Mapolres Tebingtinggi, Sumatera Utara.


Saat diperiksa tersangka Sucipto mengaku, kerasnya himpitan ekonomi memaksa pria setengah botak itu nekat mencuri untuk memenuhi nafkah keluarganya, termasuk memenuhi kebutuhan pakaian anak semata wayangnya jelang lebaran. Tabung itu, menurut Sucipto akan dijual seharga Rp.50 ribu/tabung.


Keahlian memanen ubi tidak menjamin Sucipto memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.  Suntuk dengan kondisi itu, Duda beranak satu itu berkeinginan  bertemu anaknya yang dibawa ibunya tinggal di kawasan Kp Keling Tebingtinggi, Sumut.


Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP Syahril Daulay saat dikonfirmasi membenarkan kejadiaan tersebut,” Kini kasusnya sudah ditangani oleh pihak Satreskrim Polres Tebingtinggi,”terang Syahril pada wartawan.(Goes/Mdn).

Source Article from http://dnaberita.com/berita-2046-gegara-mikirin-beli-baju-lebaran-ayah-ini-ketangkul-curi-tabung-gas.html

Jelang Lebaran, Baju Muslim Mulai Diserbu – Citizen6 Liputan6.com

on 02 Jul 2015 at 23:15 WIB

Source Article from http://photo.liputan6.com/ramadan/jelang-lebaran-baju-muslim-mulai-diserbu-2264650

Tak Harus Beli yang Baru! Ini Cara Mengubah Koleksi Baju Muslim … – Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM - Bujet minimal seringkali membatasi seseorang untuk berbelanja baju Lebaran. Saking minimalnya, bujet tersebut juga tidak cukup untuk membeli sepotong busana baru dengan kualitas berstandar baik.

Padahal, siapa yang tidak ingin tampil berbeda ketika Lebaran, terlebih Hari Raya menjadi momentum Anda berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk membuat tampilan Anda berbeda di hari Lebaran tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam? Lewat sedikit usaha dan kemauan, Anda bisa kok mengubah koleksi baju muslim lama seperti baru dengan perombakan di sana-sini.

Intinya, sedikit mau repot dan cermat ketika bereksplorasi gaya, semoga artikel seputar cara bikin koleksi baju muslim lama seperti baru ini bermanfaat, selamat mencoba!

Ini cara mudah mengubah koleksi baju muslim lama seperti baru.

Kreatif Mainkan Bahan Renda atau Brokat sebagai Aksen List

renda brokat 20150703 121957 Tak Harus Beli yang Baru! Ini Cara Mengubah Koleksi Baju Muslim ...   Tribunnews
Bila Anda punya koleksi busana model abaya atau atasan tunik berpotongan batwing yang sudah lama tidak terpakai karena modelnya yang kelewat standar, mengapa tidak mengubahnya menjadi busana yang berbeda hanya dengan sedikit sentuhan?

Source Article from http://www.tribunnews.com/lifestyle/2015/07/03/tak-harus-beli-yang-baru-ini-cara-mengubah-koleksi-baju-muslim-lama

Cara Belanja Pintar dan Hemat – Lifestyle Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang, baik pria maupun wanita, sering kali menyesal setelah membelanjakan uang mereka. Belanja terkadang hanyalah keinginan sesaat. Bukan untuk memenuhi kebutuhan penting, tapi hanya untuk memuaskan hati sesaat.

Seperti dilansir dari Stylecaster pada Kamis (02/07/2015), berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi pengeluaran Anda dalam berbelanja.

 beberes Cara Belanja Pintar dan Hemat   Lifestyle Liputan6.com

Cek, Bersihkan dan Bereskan Lemari

Pertama, cek kembali barang di lemari Anda. Lihat baju dan aksesoris apa yang paling sering Anda gunakan. Periksa dengan seksama apakah barang-barang itu masih dalam keadaan layak pakai. Jika barang tersebut merupakan barang favorit Anda dan sudah tidak layak pakai, Anda dapat menggantinya dengan yang baru. Namun jika tidak, Anda dapat mengeluarkan semua barang Anda dan memutuskan barang apa saja yang perlu Anda beli untuk mengikuti tren saat ini.

 031679600 1435479566 2 Cara Belanja Pintar dan Hemat   Lifestyle Liputan6.com

Jauhi Promosi

Siapa yang tidak melotot ketika membaca tulisan promo dan sale? Online shop biasanya mencantumkan ‘Sale untuk waktu terbatas’, kalimat inilah pemicunya. Para ahli marketing dari online shop menggunakan cara ini untuk menarik pembeli. Bayangkan jika Anda mendapat email promosi seperti ini. Pasti yang akan Anda lakukan ialah membuka link yang ada dalam email itu dan langsung memilih produk apa yang dapat Anda beli. Coba mulai berhenti mendaftarkan diri email Anda dalam daftar ‘first-to-know’ di online shop.

 023069000 1435220826 2 Cara Belanja Pintar dan Hemat   Lifestyle Liputan6.com

Tunggu 1x24jam

Jika Anda memasuki sebuah toko atau online shop, biasakan untuk menahan diri Anda. Keluarlah dari toko, atau tutup halaman online shop tersebut. Cobalah untuk melihat kembali ke lemari Anda, dan pikirkan apakah barang itu benar-benar Anda butuhkan. Jika dalam 1×24 jam Anda masih memikirkan barang tersebut, mungkin Anda patut membelinya. Namun jika tidak, lupakanlah.

 018145100 1434517019 Bagaimana sudut pandang orang orang terkaya dunia soal uang Cara Belanja Pintar dan Hemat   Lifestyle Liputan6.com

Perlakukan Barang Mewah dengan Cara ‘Mahal’

Maksud mahal di sini ialah, jika Anda hendak membeli baju, sepatu, tas atau aksesoris mewah, pikirkan budget yang Anda miliki. Jangan pernah membeli barang mewah secara terburu-buru. Harganya yang mencapai Rp 10 juta ke atas patut Anda pikirkan. Apakah Anda harus irit dalam pengeluaran selanjutnya? Seperti untuk makan, biaya listrik? Jika iya, lebih baik simpan uang Anda untuk membeli barang tersebut di lain waktu tanpa harus merasa bersalah dan tersiksa karena harus membatasi pengeluaran uang untuk kebutuhan pokok Anda.

 086678900 1409996781 Fashion Blogger on New York Fashion Week Spring Summer 2015 2 Cara Belanja Pintar dan Hemat   Lifestyle Liputan6.com

Jangan Selalu Ingin Tampil Layaknya Para Tokoh Fashion

Satu hal yang perlu Anda tahu, para tokoh fashion seperti artis dan blogger tidak membeli semua barangnya sendiri. Beberapa brand fashion mengirimkan dan memberikan produk mereka pada beberapa tokoh fashion. Ini juga merupakan salah satu cara para marketing memasarkan produk. Coba untuk cari produk dengan model dan bentuk yang mirip dengan harga yang lebih rendah. (Ern/Ibo)

 Cara Belanja Pintar dan Hemat   Lifestyle Liputan6.com

Source Article from http://lifestyle.liputan6.com/read/2264277/cara-belanja-pintar-dan-hemat

Siswa Titipan Tak Lolos PPDB, Anggota DPRD Batam Ngamuk – Batam Pos

batampos.co.id – Saat warga banyak yang   sulit mencarikan  sekolah untuk anaknya lewat jalur resmi, ternyata masih ada pejabat yang berusaha menitipkan kerabat mereka masuk ke sekolah. Hal ini terungkap di SMA Negeri 5 Batam yang berlokasi di Kelurahan Sagulung, siang kemarin (2/7). Ada anggota DPRD Batam yang marah lantaran calon siswa baru titipan mereka tidak diterima di sekolah tersebut.

Sementara puluhan orangtua calon siswa baru di SMA itu juga mengamuk lantaran anak mereka gagal masuk sekolah tersebut. Mereka mendesak panitia penerimaan murid baru untuk segera membuka pendaftaran offline secepatnya.

Jurado Siburian, anggota Komisi III DPRD Batam saat itu terlihat kesal. Apalagi, ia tahu ada banyak yang dititipkan orang lain lolos sedangkan titipan dia malah gagal. ”Yang lain diterima, untuk saya tidak diterima. Kalau untuk saya tidak diterima, yang lain juga tidak bisa,” teriak Jurado.

Selain Jurado, anggota DPRD Batam lainnya, Marlon Brando Siahaan juga nimbrung dengan puluhan orangtua siswa yang anaknya gagal masuk ke SMA tersebut.

Marlon mengaku ikut membaur dengan orangtua siswa karena ada perselisihan antara pendaftaran online dan offline di SMAN 5. ”Karena ada perselisihan antara pendaftaran online dan offline,” kata anggota Komisi IV ini.

Menurutnya, sebenarnya kemarin batas terakhir daftar ulang untuk siswa yang lolos lewat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, tapi banyak orantua yang datang ingin mendaftar secara offline.

”Mereka takut lantaran kuota penerimaan sekolah sudah penuh,” ujar Marlon.

Untuk pendaftaran ulang Marlon mengatakan, siswa baru di tingkat SMA sekarang, sudah tak memakai jalur tes lagi, asal daftar dan nilai bagus. ”Nilai jelek, bisa diterima jika kalau memang kuota masih ada yang kosong,” ujar Marlon.

Dugaan Pungli

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riki Indrakari, mencium adanya dugaan pungutan liar (pungli) dari oknum kepala sekolah (kepsek) SMAN 5 pada calon orangtua siswa selama proses PPDB lalu.

Menurutnya, pelaksanaan PPDB sepenuhnya diserahkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut. Namun, berdasar analisa pendek, dari bukti salinan kwitansi itu mengarah pada dugaan pungli PPDB yang masih ada hingga kini.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin, saat dikonfirmasi mengatakan setiap transaksi yang menyangkut sekolah sudah semestinya ditujukan langsung ke rekening sekolah. Sejauh ini, kata dia, tidak ada sekolah yang tidak memiliki rekening sendiri.

”Pasti ada, kalau masih ada yang belum punya rekening bahaya itu,” katanya.

Sejauh ini, Muslim mengaku pihaknya baru mendapatkan laporan dari Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah, Andi Agung terkait hal tersebut. Dengan adanya laporan itu, pihaknya bersama tim akan langsung mengecek kebenaran kabar itu ke lapangan.

”Kita segera turun ke sana (SMAN 5) karena belum ada kejelasan. Nanti dikabari (hasilnya),” ujarnya.

Sekolah Membantah

Pihak SMAN 5 Batam membantah jika di sekolah tersebut ada rekening yang sengaja dibuat untuk melakukan pungli. Hal tersebut disampaikan oleh Surdayenti selaku ketua panitia PPDB SMAN 5 Batam. ”Ia memang ada rekening baru, namun itu bukan untuk pungli penerimaan siswa ini,” ujarnya di depan wartawan pagi kemarin.

Dikatakannya, rekening tersebut dibuat guna menghindari uang tidak jelas yang masuk selama PPDB serta diperuntukkan bagi para siswa baru membayar 5 stel baju seragam sebanyak Rp 1.580 ribu dengan rincian baju olahraga, baju melayu, baju khusus ditambah atribut sekolah dengan harga Rp 1.130 ribu. Selain itu uang sekolah langsung dibayarkan selama dua bulan berturut-turut sebanyak Rp 450 ribu.

”Kita sengaja membuat rekening itu. Hal menghindari uang masuk dari siswa saat mendaftar ulang ini. Soalnya dari tahun ke tahun, uang selalu kurang dan ada yang hilang,” terangnya.

Sementara itu, kepala sekolah tidak ada di tempat saat ingin dikonfirmasi, beberapa kali dihubungipun tidak digubris. (cr14/rna/cr13)

Komentar Pembaca

komentar

Source Article from http://batampos.co.id/03-07-2015/siswa-titipan-tak-lolos-ppdb-anggota-dprd-batam-ngamuk/

Dian Pelangi Ingin Buat Busana Muslim untuk Artis – SINDOnews.com (Siaran Pers)

dian pelangi ingin buat busana muslim untuk artis KpG Dian Pelangi Ingin Buat Busana Muslim untuk Artis   SINDOnews.com (Siaran Pers)

JAKARTASukses sebagai desainer muslim di Internasional, kini Dian Pelangi memiliki keinginan baru. Dian mengaku ingin merancang busana Muslim untuk para artis di Indonesia.

“Aku ingin membuat busana yang modis dan sopan untuk mereka yang tidak berhijab, terutama para artis. Pengin banget profit-in mereka pakai busana muslim aku,” papar Dian di Hotel Darmawangsa, Jakarta.

Melihat kian banyak artis yang mengenakan hijab, membuat wanita kelahiran 1991 ini merasa senang. Bahkan, kini sudah banyak para artis yang memasan baju rancangannya itu.

Dian menjelaskan, busana-busana rancangannya sangatlah berbeda dari yang lain. Menariknya, semua rancangan Dian dibuat secara handmade.

“Mulai dari motifnya yang digambar dengan tangan dan semua teknik pembuatan lainnya juga memakai tangan. Semua benar-benar handmade dan tidak ada banyak kembarannya, jadi nggak terlalu pasaran,” jelasnya.

Sementara mengenai inspirasi dalam setiap busananya, Dian mengaku mendapatkannya saat travelling. “Misalnya travelling kemana oh ngeliat itu bagus aku coba tambahin ke koleksi aku,” tandasnya.

(nfl)

Source Article from http://lifestyle.sindonews.com/read/1019328/186/dian-pelangi-ingin-buat-busana-muslim-untuk-artis-1435815538

Pendapat Itang Yunasz soal trend baju muslim saat ini – merdeka.com

5 Tips untuk cegah kantong bolong menjelang lebaran – merdeka.com

Ini Kesesuaian Keterangan Agus dengan Bukti Keterlibatan Margriet – Republika Online

Kamis, 02 Juli 2015, 13:04 WIB

Komentar : 0 icon komentar Ini Kesesuaian Keterangan Agus dengan Bukti Keterlibatan Margriet   Republika Online

angeline yang berfoto dengan ibu angkatnya margareth dan kakak  150612180107 414 Ini Kesesuaian Keterangan Agus dengan Bukti Keterlibatan Margriet   Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah seorang kuasa hukum Agus Tai Hamdamai, Haposan Sihombing menyatakan keterangan terakhir dari kliennya benar dan sesuai dengan bukti. Hal tersebut terkait dengan pernyataan Agus yang menyebut Margriet sebagai pelaku yang membunuh anak angkatnya sendiri, Engeline Margriet Megawe.

“Ada kesesuaian keterangan Agus dengan bukti dan saksi yang ada kok,” kata Haposan kepada ROL, Senin (1/7). 

Soal menggali lubang, Agus mengaku diperintahkan oleh Margriet sejak seminggu sebelum pembunuhan terjadi untuk menggali lubang di belakang rumah. Menurut Haposan, pernyataan Agus tersebut dibenarkan oleh saksi Rahmat Handono yang menyewa kost di rumah Margriet karena ia melihat Agus menggali lubang.

Perintah dari Margriet, Agus menyatakan dirinya diperintah untuk berpura-pura mencari Engeline. “Ini juga dibenarkan oleh saksi Rahmat, karena saksi menyatakan sempat ditanyai oleh Agus ketika hari pembunuhan saat ia kembali ke rumah pada sore hari,” ungkap Haposan.

Baju dan celana Agus di mayat Engeline, Agus mengakui ia diperintah oleh Margriet untuk membuka baju dan celana tersebut lalu dibungkus bersama mayat korban. Ternyata, dalam mayat Engeline benar selain ditemukan boneka namun juga ada baju dan celana Agus.

Untuk itu, Haposan menilai keterangan Agus bisa sebagai alat bukti pertama yang bisa menentukan adanya bukti lain. Ia berpendapat, akhirnya juga polisi bisa menemukan bukti dan saksi yang mempunyai kesesuaian yang tepat dengan keterangan kliennya.

Diketahui, dengan adanya keterangan Agus tersebut dan ditetapkannya Margriet sebagai tersangka pembunuhan maka peran Agus berubah. Ia tetap tersangka namun dalam pembunuhan tersebut hanya berperan untuk membantu mengubur saja. 

<!–

1.797 reads

–>

satgas perlindungan anak menggelar doa bersama dan aksi 1 000  150611224423 165 Ini Kesesuaian Keterangan Agus dengan Bukti Keterlibatan Margriet   Republika Online
In Picture: Seribu Lilin Untuk Engeline

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id.
Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar,
berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras,
dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Source Article from http://m.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/07/02/nqujjl-ini-kesesuaian-keterangan-agus-dengan-bukti-keterlibatan-margriet